Loving You (Part 7/?)


Title : Loving You

Cast : Kim So Eun, Cho Kyuhyun

Other Cast : Park Ji Hye (OC), Lee Sungmin dll.

Genre : Romance

Author : CloudStarMoon

Length : Chaptered (7/?)

 

 

Penghuni Baru

 

 

Cho Kyuhyun

Jalanan di luar terlihat cukup ramai. Kendaraan melintas di sepanjang jalan di bawah sana. Ini sudah waktunya jam makan siang. Mereka yang sudah bekerja sejak pagi tentunya tak akan melwatkan jam makan siang yang hanya sebentar ini. Berkumpul dengan teman sekantor, mengeluhkan pekerjaan yang menumpuk dan seakan tak ada habisnya. Saling berbagi cerita satu sama lain. Ataupun bergosip tentang bos mereka di kantor. Hal-hal semacam itulah yang tak ingin mereka lewatkan sehingga tak peduli seberapa singkatnya waktu makan siang yang mereka dapatkan, mereka tak akan menyianyiakannya begitu saja. Terlalu berharga, kata mereka. Aku heran, apa enaknya membicarakan hal-hal yang tak penting seperti itu? Dulu ketika magang di salah satu perusahaan saat aku masi di bangku kuliah, aku sama sekali tak menyangka akan hal itu. pertama kali aku diajak untuk makan siang berasama, aku sangat antusias. Karena kupikir dengan begitu, akan semakin banyak orang yang kukenal di kantor. Tapi setelah itu, aku tak berniat sama sekali ikut makan siang bersama. Namun mengingat posisiku saat itu yang hanya sebagai anak magang, aku tentu tak mungkin dengan sombongnya menolak ajakan mereka. Alhasil, aku harus mendengarkan keluh kesah mereka semua. Rasanya membuat telingaku gatal saja.

Bicara soal makan siang, harusnya saat ini seseorang sudah mengantarkan makan siang untukku. Seperti yang biasa dia lakukan beberapa hari terakhir ini. Tapi sampai saat ini diapun belum datang.

Sebenarnya aku tahu kenapa dia tak datang mengantarkan makan siang untukku. Karena aku sendiri yang menyuruhnya untuk tetap di apartemenku. ah, lebih tepatnya di tempat tidurku. Aku tak mau dia mengerjakan apapun selain beristirahat sampai panasnya turun. Semalam dia benar-benar membuatku khawatir. Wajah sembab dan pucatnya membuatku cemas. Bagaimana mungkin dia menangis di pinggir jalan dengan kondisi seperti itu?

Mengingat kejadian semalam membuat hatiku terasa sakit. Apa yang membuatnya menangis seperti itu? tangisannya benar-benar membuat hatiku sakit.

Saat dia berdiri dari duduknya dan menghadap ke arahku, entah dorongan darimana tiba-tiba aku memeluknya dengan erat. Menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin. Apa yang sudah terjadi? Kenapa dia menangis seperti ini? Apa karena aku selalu menjahilinya? Apa dia merasa tertekan bekerja padaku? Atau mungkin.. karena laki-laki? Semua kemungkinan itu terlintas dalam benakku, dan harus kuakui ada rasa sakit yang kurasakan memikirkan jika alasan yang terakhir tadi memang benar. Sebenarnya kenapa aku harus sakit hati? Toh jika itu memang benar, bukankah aku harusnya merasa lega? Karena dengan begitu aku justru tak harus merasa bersalah melihatnya menangis seperti ini. tapi kenapa hatiku malah mengatakan sebaliknya? Kata-kata So Eun kemudian menyadarkanku dari lamunan.

“Bi-bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku merasa kesulitan untuk bernafas.” Katanya ragu-ragu. Aku buru-buru melepaskannya. Aish, apa yang baru saja kulakukan?

“Ma-maaf, tadi aku hanya refleks.” Kataku dengan canggung. Jantungku seperti akan lepas rasanya. Kecanggungan menyerang di antara kami. Namun itu tak berlangsung lama, karena So Eun langsung membuka mulut untuk mengatakan sesuatu.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya santai. Sepertinya dia sudah bisa mengontrol dirinya. Tapi sayangnya tidak begitu denganku. Aish, sial! Kenapa jantung ini tidak bisa diajak berkompromi sih?! Malah semakin memompa darahku dengan lebih cepat.

“Ta-tadi aku kebetulan ada keperluan di sekitar sini, dan melihatmu menangis seperti anak kecil di pinggir jalan.”

Hebat. Kau hebat Kyuhyun! Bahkan dalam kondisinya yang sedang tidak baik seperti ini, kau masih bisa mengejeknya. Dan sekarang aku merasa menyesal dengan kata-kataku tadi, karena raut wajahnya bahkan tidak berubah sama sekali. Raut sedih itu masih menghiasi wajah cantiknya.

“Mau minum kopi?” tanyaku menghilangkan kesunyian yang tercipta di antara kami. Dia menatapku sejenak, lalu menganggukkan kepalanya tanda persetujuan.

***

So Eun memegang mug yang berisi cappuccino kesukaannya dengan kedua tangannya. Sesekali menghirup aroma kopi itu lalu menyesapnya dengan nikmat. Kemudian kembali meletakkan mugnya di atas meja, dan mengeratkan jasku yang sekarang ada di tubuhnya. Mungkin dia masih merasa kedinginan. aku terus memperhatikannya sejak tadi. Sekilas dia melirik ke arahku dengan canggung, lalu mengalihkan tatapannya ke arah lain. mungkin dia sadar sejak tadi aku terus memperhatikan dirinya. Karena terlalu fokus memperhatikan wajah cantik itu, aku bahkan baru sadar kalau dia tak menggunakan alas kaki sama sekali. Pantas saja dia masih merasa kedinginan. dengan segera aku bangkit dari dudukku dan menariknya keluar dari coffee shop ini. Perempuan ini kenapa senang sekali membuatku merasa khawatir?

“Kita mau ke mana Kyuhyun-ssi?” tanyanya. Dia terlihat sedikit menyeret langkah karena sejak tadi aku tak melepaskan genggamanku di tangannya. Membuat dia harus mengikuti langkah panjangku. Aku berhenti ketika sudah sampai di depan mobil, lalu menoleh ke arahnya.

“Ayo masuk. Aku akan mengantarmu pulang.” Kataku. Namun So Eun terlihat kebingungan dengan pernyataanku tadi. jangan katakan kalau dia sedang mencari alasan untuk menolak ajakanku.

“ee..”

Terlihat sekali kalau dia sedang bingung. Menggigit bibir bawahnya sambil memainkan kedua tangan. Perempuan ini, apa susahnya sih mengatakan iya?!

Sebelum dia menjawab tawaranku, aku segera menariknya untuk masuk ke dalam mobil. Terlalu lama jika harus menunggunya berpikir dulu. Dia bisa semakin kedinginan. Tanganku terhenti ketika hendak memasang seat belt, dia mulai angkat bicara.

“Sebaiknya aku pulang sendiri saja, Kyuhyun-ssi.” Katanya sedikit ragu. Aku tahu dia akan berkata seperti ini. Tapi aku tidak mungkin membiarkannya pulang sendiri dengan kondisi yang tidak bisa dibilang baik.

“Tidak. Aku akan tetap mengantarmu pulang.” Kataku tegas sambil memasang seat belt-nya.

“Aku benar-benar tidak apa-apa..” apa maksudnya dengan tidak apa-apa? Sudah jelas dia kedinginan begini.

“Maksudku.. aku tak mungkin kembali ke rumah saat ini. Bisakah kau memberiku tumpangan malam ini saja? Aku benar-benar tak bisa kembali ke rumah malam ini.” terlihat kalau dia sedikit ragu untuk mengungkapkan keinginannya itu.

Aku hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Walau sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang ingin kulontarkan kepadanya, tapi kurasa ini bukan waktu yang tepat. Yang terpenting sekarang adalah membawa gadis itu segera pulang sehingga dia tidak akan semakin kedinginan.

***

Kim So Eun POV

Aku terbangun karena sinar matahari yang masuk melalui celah-celah kamar. setelah membuka mata, aku sedikit terkejut mengetahui dimana aku berada saat ini. Rasanya benda-benda ini tak asing lagi. Pintu kaca di seberang kamar lengkap dengan jendela kaca besar yang menghubungkan kamar ini dengan balkon, koleksi robot mainan yang terpajang rapi di etalase, cermin besar yang ada di dinding sisi kanan. Dan tak lupa beberapa lukisan bergaya eropa tergantung di dinding sisi kiri tempat tidur. semuanya tidak terasa asing lagi untukku. Ya memang, itu karena setiap harinya aku yang membersihkan kamar yang tak lain adalah milik Cho Kyuhyun. Laki-laki satu itu memang selalu membuatku tak bisa berkata-kata. Entah dengan tingkahnya yang menyebalkan atau dengan tindakan heroiknya seperti yang ia lakukan untukku semalam. Mengingat kejadian semalam membuat perasaanku seperti… entahlah. Aku bingung menjabarkannya seperti apa.

Semalam aku mengalami demam. Sebenarnya tidak begitu parah menurutku, tapi entah kenapa Cho Kyuhyun-laki-laki aneh itu- bersikap berlebihan dengan kondisiku. Bayangkan saja, dia melarangku untuk melakukan apapun. Mengompres kepalaku sepanjang malam sampai-sampai tertidur di sisi tempat tidur ini. Bahkan aku tidak boleh bergerak sesentipun dari tempat tidurnya. Ya Tuhan, aku hanya demam biasa tapi kenapa dia memperlakukanku seolah-olah aku sakit parah? Walau kuakui bahwa sejujurnya aku cukup terkesan dengan perlakuannya.

Kulihat sebuah nampan dengan semangkuk bubur dan segelas air sudah tersaji di meja samping tempat tidur. Tak lupa sebotol obat juga disiapkannya untukku. Ada note kecil juga di sana. Kebetulan sekali, pikirku. Sejak tadi perut ini sudah protes minta diisi. Segera saja kuambil nampan itu. sebelum menyantap sarapanku pagi ini, kubaca terlebih dahulu note yang ditinggalkan Kyuhyun. Dia menyuruhku untuk tidak melakukan pekerjaan apapun hari ini. Dia terlalu berlebihan sepertinya. Walau semalam aku demam, tapi aku yakin seratus persen kalau hari ini aku bisa mengerjakan semuanya tanpa perlu khawatir kondisiku akan menurun lagi. Kalau aku hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun, justru akan membuatku terus mengingat kejadian tadi malam lagi. Ah sudahlah. Lebih baik aku segera makan dan mandi, sebelum pikiranku ini melantur kemana-mana.

 

Aku baru saja akan memulai pekerjaanku ketika mendengar suara pintu depan terbuka. Siapa yang datang? Kyuhyun? Tapi ini kan masih jam kerja. Untuk apa dia pulang secepat ini?

“YAA, apa yang sedang kau lakukan?”

Seketika aku menolehkan kepalaku ke arah suara yang membentakku tadi. Ternyata memang dia. aish, mengagetkanku saja.

“Membersihkan rumahmu. Memangnya kenapa?” jawabku ringan. Seolah tidak pernah membaca note yang dia tinggalkan tadi.

“Bukankah aku sudah bilang untuk tidak mengerjakan apapun hari ini?!” tanyanya dengan nada kesal.

“Aku tahu, tapi aku tidak bisa. Aku ingin membersihkan rumah. Lagipula demamku sudah sembuh. Kalaupun aku mengerjakan semua ini, aku pastikan tidak akan terjadi apa-apa.” Jawabku membela diri.

“Kau pikir dirimu Tuhan bisa memastikan semua itu? Dengar, sekarang letakkan kembali semua itu dan beristirahatlah.” kata Kyuhyun dengan tegas sambil menunjuk-nunjuk ember dan pel yang akan kugunakan untuk mengepel lantai .

“Tapi..” aku masih ingin membantahnya. Namun sepertinya percuma melihat tatapannya yang seolah mengatakan ‘aku tidak mau dibantah’. Aish, menyebalkan! Aku berbalik hendak meletakkan ember dan pel ke tempat semula, namun kembali berbalik mengahadap Kyuhyun ketika sesuatu terlintas di pikiranku. Jeda sejenak sebelum aku mulai membuka mulut. Kyuhyun hanya menatapku, menunggu aku mengatakan sesuatu.

“Emm… itu.. ee..”

Aku ragu untuk mengatakan hal ini padanya. Aku takut jika dia tidak bersedia menerima permintaanku ini.

“Emm…” Kyuhyun terlihat menunggu apa yang ingin kukatakan. Tapi mulut ini tak kunjung mengeluarkan seuatu yang sejak tadi pagi sudah kupikirkan matang-matang.

“Ada apa? Cepat katakan.” Katanya tak sabar.

Huft. Baiklah. Aku menarik nafas panjang sebelum mulai berbicara.

“Begini. Aku sebenarnya tidak bermaksud ingin merepotkanmu atau apapun. Kalau bukan karena masalah itu, aku juga tidak ingin membebanimu. Sungguh, aku tidak berniat sama sekali untuk merepotkanmu. Tapi, aku tidak punya pilihan lain. Hanya kamu yang bisa kumintai tolong. Tapi kalaupun kamu tidak bisa juga taka pa. Aku……”

“Apa kau sedang latihan berpidato, huh? Kenapa kau bertele-tele seperti itu? cepat katakan apa yang ingin kamu katakan. Kalau tidak, aku benar-benar akan pergi.” katanya semakin jengkel dengan tingkahku. Aish, tidak bisakah dia melihat bahwa aku sedang berusaha menyusun kata-kata yang tepat agar dia mengizinkanku tinggal beberapa hari di sini?

“Mwo??”

“Eh..” apa tadi aku mengatakan apa yang ada dipikiranku? Apa dia mendengar apa yang kukatakan?

“Baiklah. Kau boleh tinggal di sini.”

“Apa?” kataku tak percaya.

“Aku bilang kamu boleh tinggal di sini.”

Jawaban Kyuhyun benar-benar membuatku senang. Benarkah? Dia mengizinkanku tinggal di apartemennya?

“Gomawoyo. Jinja Gomawo..” kataku sambil tersenyum lebar ke arahnya.

“Tak perlu berterima kasih. Dengan kau tinggal di sini, itu berarti aku tidak akan telat mendapat sarapanku bukan? Pekerjaanku juga akan jadi lebih ringan karena aku bisa menyuruhmu kapan saja aku mau.” Katanya santai dengan senyum smirknya yang terlihat jelas di mataku.

Mwo? Jadi dia mengizinkanku tinggal di sini karena alasan ini? aish.. Tadinya aku berpikir kalau dia benar-benar tulus memberikan tumpangan kepadaku. Tapi ternyata.. aish, laki-laki selalu saja menyebalkan!

Aku lalu berbalik memunggunginya. Berjalan meninggalkannya yang sedang tertawa lebar melihat kekesalan di wajahku. Hah, awas saja kau, Kyuhyun. Akan kubalas nanti!

***

“Apa kau sudah benar-benar merasa baikan?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari surat kabar edisi hari ini yang sedang dibacanya. Sepertinya berita di surat kabar itu begitu menarik perhatiannya.

“Tentu saja.” jawabku.

“Baguslah.” balasnya singkat, dan dia kembali hanyut dalam bacaan yang membosankan itu. Yah, tentu saja membosankan bagi orang yang tidak mengerti tentang dunia politik ataupun bisnis sepertiku. Tapi tidak dengan Kyuhyun. Bisnis adalah makanannya sehari-hari. Setiap saat berkutat dengan data-data perusahaan dan segala hal yang terkait dengannya. Berbeda sekali denganku yang hanya tahu bagaimana cara memasak dan hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga lainnya.

Dulu aku berpikir anak perempuan tak perlu sekolah tinggi-tinggi, karena toh nanti mereka akan jadi seorang ibu rumah tangga yang hanya akan mengurusi soal rumah dan anak. Tapi ternyata pikiranku salah. Setelah melihat perbedaan yang begitu nyata antara aku dan Ji Hye, aku sadar betapa pentingnya pendidikan itu. huft.. Andai saja dulu aku bisa serajin Ji Hye, tentu aku…..

“Aduh..” aku mengaduh setelah merasakan pukulan di kepalaku. Kemudian menoleh ke arah Kyuhyun, dan mendapatinya sedang menatap sebal ke arahku. Di tangannya sudah ada satu kantong belanja besar—yang bisa kupastikan dia memukulku dengan benda itu—berwarna kuning kecoklatan.

“Yaa, kenapa kau memukulku?!” tanyaku sambil mengusap-usap kepalaku yang terkena pukulannya tadi.

“Salahmu sendiri kenapa melamun di saat aku sedang bicara padamu!”

“Siapa yang melamun? Aku tidak melamun.” Jawabku tak mau kalah.

“Aish, kau itu. jelas-jelas kau tidak mendengarkan sama sekali apa yang kukatakan tadi.” katanya dengan nada jengkel.

“Memangnya tadi apa yang kamu katakan?” tanyaku penasaran. Mungkin tadi aku terlalu hanyut dalam pikiranku sendiri, sampai tidak sadar kalau dia sedang bicara padaku.

“Sudahlah. Bukan sesuatu yang penting. Ini—“

Kyuhyun menyerahkan kantong belanja yang sejak tadi dipegangnya itu kepadaku.

“Apa ini?”

“Buka saja.”

Aku lalu membukanya dan melihat apa yang ada di dalam kantong itu. pakaian?

“Kamu tidak mungkin memakai pakaianmu itu terus selama berada di sini. Kau juga tidak mungkin memakai pakaianku terus-menerus. Jadi… aku membelikan itu untukmu. Untuk saat ini itu dulu.” Katanya menjelaskan tanpa kuminta.

Ini bahkan sudah lebih dari cukup. Dia sudah memberiku tumpangan saja, aku sudah sangat berterima kasih. Ya, terlepas dari kegemarannya yang suka menjahiliku. Sebenarnya aku sudah berniat meminjam uang pada Ji Hye untuk membeli beberapa baju di pasar hari ini. tapi tak kusangka, dia justru memberikan ini padaku. Entah kenapa, sikapnya ini membuatku merasakan sesuatu yang aneh di hatiku. Seperti ada rasa bahagia di sana. Tapi ini berbeda. Rasanya…. Entahlah. Sulit untuk dijelaskan.

“Kau yang membelikan semua ini?” tanyaku sambil melihat pakaian yang dibelikannya itu.

“Sebenarnya aku menyuruh Ji Hye untuk memilihkannya untukmu. Kurasa ukuran tubuhmu tidak jauh berbeda dengannya.”

Jawabannya membuatku sedikit khawatir.

“Ji Hye? Apa kau memberitahunya kalau aku tinggal di apartemenmu?” tanyaku cemas.

“Tidak. Tenang saja, aku tidak akan mengatakan apapun padanya jika bukan kamu yang memintanya. Aku bilang padanya kalau aku ingin memberikan hadiah untuk sepupu dekatku. Jadi dia tidak tahu kalau pakaian itu sebenarnya untukmu. Kau tak perlu khawatir.” Katanya memenangkan.

“Aku juga tidak memaksamu untuk menceritakan masalah yang sedang kamu alami saat ini. Akan kutunggu sampai kau siap menceritakan semuanya padaku.” Katanya menambahkan.

“Maaf…” kataku sambil menundukkan pandangan.

Bukannya aku tidak mau menceritakan ini padamu, Kyuhyun-ah. Tapi aku merasa belum saatnya aku menceritakan hal ini padamu dan Ji Hye. Saat ini aku ingin menata hatiku dulu, sehingga aku bisa sesegera mungkin menyelesaikan masalahku dengan ibu.

Memikirkan ini, membuatku teringat pada ibu. Apa yang sedang dilakukannya sekarang? Apa dia baik-baik saja? Apa dia mengkhawatirkanku?

“Ayo kita pergi” Kata-kata Kyuhyun menyadarkanku dari lamunan. Seketika aku menoleh ke arahnya.

“Kemana?”

Sebelum dia menjawab pertanyaanku, dia sudah menarik tanganku lebih dulu untuk berdiri. Menggenggam tanganku dengan erat dan melangkah menuju pintu depan.

“Kita akan kemana, Kyuhyun?” tanyaku masih penasaran.

“Jalan-jalan.” Jawabnya sambil tersenyum ke arahku.

“Y-Ye?”

Aku segera menghentikan langkahku mendengar jawabannya.

“Kenapa? Kamu tidak mau?” tanyanya heran.

“Bukan begitu, tapi…” Aku tak yakin akan keluar dengan keadaan seperti ini.

Aku kemudian mengarahkan tatapanku melihat pakaian seperti apa yang kukenakan saat ini. Dia mengikuti arah tatapanku. Dan seketika itu juga, dia tertawa terbahak-bahak melihat celana training dan kaos yang kebesaran miliknya membungkus badan kurus kecilku.

YAA, tertawalah sepuasmu!

TBC

13 pemikiran pada “Loving You (Part 7/?)

  1. Lanjutan part 8nya ASAP ya Thor😉

    aigoo.. O.o
    Kyuhyun benar-benar cinta sma Soeun nih !!
    Dan kya’nya Soeun juga merasakan hal yg sama #EdisiSotoy

    menantikna reaksi Kyuhyun ttg masalah yg dihadapi Soeun😦

    mudah2an Ibu Soeun sadar dan gak kemakan sama masa lalunya…

    Tetap Semangat Thor😉
    ditunggu karya lainnya😉😉

  2. Mereka bnsama” suka Kan?

  3. jadi penasaran…knpa ibunya so eun gak suka sama kyukhun..ditunggu kelanjutannya ya…

  4. Haiii….aq reader baru….salam kenal…penggemar couple KyuSso heheheh…

    Cieee…Kyuppa…kau sudah mulai suka ne ye ama Sso onnie…So sweet…

    Ayoo kak dTunggu part selanjutnya..gak sabar ne🙂

  5. Ciyeee… Moment KyuSso sweet bgt ya. Lucu juga. Hihi jadi gemes Liat Kyuhyun yg sebenernya suka sama Soeun. Tapi Soeunnya polos bgt..
    Menunggu bgt moment KyuSso lebih banyak lagi. Ditunggu aj deh. Semangat!

  6. kyu perhatian bgt sm sso smp sso gk blh krj
    knp sso tdk jujur sm kyu saja siapa th kyu bs membantu

  7. Hhahahahahha,,,,,
    kyu pling ska xlo dh liat sso ksel,,,
    tpi ksian jg sech ma sso,,,
    pa alsan sbnr,a oemma,a sso mlrang sso dkat dgn org kaya,,,
    nah sso mlai da prsaan lain ne ma sso,,,
    lma bnget gk dlnjutin ff,a chingu hmpir lpa jlan crta,a,,,,
    hhhehehe

  8. part ini lama sekali munculnya~ aigoo kyuhyun Dan soeun semoga perasaanya saling berbalas

  9. Waaaa akirnya ff ini mncul lgi
    Ceritanya bkin pnsrn bnget
    Apalgi masi msalah ttg ibu soeun dgn soeun yg gak ngebolehin dket dgn kyuu
    Jlan ceritanya lmbat bnget ya
    Jdi bkin degdegan pkoknya dtnggu next partnya

  10. Kyu trnyata baik juga ya walau kadang2 menyebalkan :p

    hohoho pasti Sso udah mulai merasa nyaman di dekat kyu dan makin lama jadi cinta deh
    hahaahahahahahaha

    next ditunggu !

  11. Ahhh ff favoritq udh lanjut trnyata…😀
    Tpi kurang panjang thor … #plak :p😀
    Sperti biasa slalu suka liat pertengkaran KyuSso wkwkwk… Suka jga liat kyu yg khawatir ke Sso… Btw kpan ni nyatain cinta.y lama beeudd :p😀
    Tpi sdih jga mmikirkan hubungan sso sama ibu.y …:/
    next.y d.tggu jgan lama2 yethh…😀

  12. yah kenapa ibunya so eun nggak setuju sih kalau so eun sama kyuhyun😦

    Tapi mereka berdua kayaknya udah saling mencintai….

    next part

  13. Mbk kapan part 8 di tg3 ya. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s