Second Time


Title : Second Time

Cast : Kim So Eun, Lee Donghae

Genre : Romance

Author : CloudStarMoon

 

oke, pertama-tama aku mau jelasin kalo ini bukan FF chaptered. ini juga gk bisa dibilang oneshot atau drabbles atau apalah istiilahnya. dulu emang niat mau bikin ini jadi project ffku yang lain. tapi idenya mentok. mungkin aku juga yg terlalu males mikir hehe. tapi daripada ini dibuang kan sayang. jadi aku post deh😀

 

“Aku hanya ingin mengunjunginya, Donghae. Saat ini dia sedang sakit parah.” Suaranya meninggi setelah sekian lama wanita muda itu menahan kesabarannya atas sikap keras kepala laki-laki di depannya itu. wajahnya mulai menampakkan kekesalan terhadap laki-laki yang ia panggil Donghae tadi. Donghae pun tak jauh berbeda darinya. Menampakkan wajah kesal sekaligus marah. Mereka berdua sebenarnya sama-sama lelah dengan perdebatan tak berujung ini. Tapi mereka terlalu egois untuk menerima pendapat masing-masing. Tak ingin kalah satu sama lain. Karena bagi mereka masing-masing, diri merekalah yang benar. Donghae menghela nafas untuk kesekian kalinya.

“Bagaimana kau yakin akan hal itu? dia pernah membohongiku dengan berpura-pura mengalami kecelakaan, sehingga aku harus meninggalkanmu saat itu. Dan kau tau, aku sangat menyesali perbuatan bodohku itu. Dia juga menjebakmu hingga aku salah paham padamu. Dia selalu berusaha memisahkan kita, So Eun. Tak bisakah kau belajar dari semua itu? dia hanya ingin memisahkan kita, So Eun-ah. Dengan segala macam cara, dan dia tidak akan berhenti sampai tujuannya itu tercapai!” Donghae lelah. Sangat lelah. Berteriak seperti ini membuat kepalanya terasa sakit, berdenyut-denyut dan terasa berat sekali. terlebih dia harus melakukan itu pada wanita yang amat sangat dicintainya. Seseorang yang sangat berharga bagi hidupnya. Yang akan selalu dijaganya sampai kapanpun. Dia tak ingin kehilangan wanita di hadapannya ini untuk kedua kalinya. Cukup satu kali saja. Cukup sekali saja dia bertindak bodoh dan membuat belahan jiwanya pergi meninggalkannya dulu. Setelah So Eun kembali ke dalam pelukannya, tak akan lagi ia biarkan hal itu terulang kembali.

“Aku mengerti kekhawatiranmu. Tapi kita tidak bisa terus-terusan membencinya. Bagaimanapun karena dialah kita bisa bersatu seperti ini. Dia yang mempertemukan kita     “

“Dan dia juga yang membuatku kehilangan kamu, So Eun. Apa kau lupa itu?” Donghae kembali berteriak. Sungguh, ia juga tak ingin berteriak seperti ini pada wanita itu. Tapi rasanya dia tidak memiliki cara lain lagi untuk meyakinkan kekasihnya bahwa wanita jahat itu hanya ingin menipu mereka lagi.

“Tidak. Mana mungkin aku melupakannya? Semua itu tidak akan pernah hilang dari ingatanku. Tapi kau juga harus ingat, dia sudah banyak membantuku, mempertemukan kita.” So Eun frustasi dengan semua ini. Donghae tak ingin mengalah, ia pun begitu. Bagi So Eun, kesalahan wanita itu di masa lalu memang sangat besar. Namun dia tak ingin terus memendam rasa benci kepada seseorang. karena itu hanya akan membuat hatinya semakin sakit. Menyimpan rasa benci kepada orang lain hanya akan membuat hidup tak tenang. Selalu dibayangi oleh perasaan benci dan sakit hati. Bukan hidup seperti itu yang ingin So Eun jalani.

“Bukan dia yang mempertemukan kita, takdirlah yang mempertemukan kau dan aku. Takdir yang menginginkan kita untuk bersama. Kalau pun wanita itu tidak ada, kita tetap akan bertemu, entah dengan cara bagaimana.. Sudahlah, aku lelah, So Eun-ah. Terserah kau saja mau pergi menemui wanita itu atau tidak. Tapi yang jelas, kalau sampai karena hal ini pernikahan kita batal, aku benar-benar tidak akan tinggal diam.” Donghae menatap dalam ke mata So Eun. Mengatakan amarah dan kekecewaannya pada So Eun lewat tatapan matanya. Setelah itu Donghae berdiri dari kursinya. Menatap So Eun sekali lagi yang terlihat terkejut dengan perkataan Donghae barusan, lalu beranjak pergi meninggalkan So Eun sendiri di apartemennya. Meninggalkan So Eun bersama kesunyian.

***

Kim So Eun memandang lemah ke jalan di luar sana. Kepalanya masih terasa sakit dan pusing akibat tidak tidur semalam. Tadi malam dia terus menangis karena pertengkaran yang terjadi sebelumnya antara dia dan Donghae. Sungguh, dia tak habis pikir bagaimana bisa Donghae tega mengatakan hal itu padanya. Bagaimana mungkin dia berpikir pernikahan mereka yang tinggal dua minggu lagi bisa batal hanya karena So Eun mengunjungi wanita itu? So Eun sangat takut, apa yang Donghae katakan akan benar-benar terjadi. Dia tidak mau hal itu terjadi. So Eun sangat mencintai laki-laki satu itu. Sudah sangat mencintainya sampai-sampai tak tahu lagi bagaimana harus menjalani hidup tanpa ada Donghae di sampingnya. Tangan So Eun terangkat untuk memegang sesuatu di dadanya. Sebuah liontin berbentuk hati sekarang ada di genggamannya. Liontin cantik berwarna silver. Di bagian tepi atas dan bawahnya diukir dengan bentuk bunga yang sangat menarik. Sedangkan di bagian tengah terukir inisial mereka berdua D&S. Perlahan, bayang-bayang masa lalu ketika Donghae memberikan kejutan liontin itu padanya terlintas kembali dalam pikirannya.

Flashback

“Yaa, kenapa di cuaca sedingin ini kau tidak menggunakan syal? Apa tubuhmu yang kurus itu tidak merasa kedinginan?” tanya Donghae sambil memerhatikan wajah So Eun yang sudah memerah karena dinginnya suhu di malam itu. So Eun hanya memanyunkan bibirnya dikatai begitu oleh Donghae. Lalu menjawab pertanyaan Donghae dengan nada kesal.

“Tadi kau sendiri yang menyuruhku untuk tidak berlama-lama. Aku jadi terburu-buru dan lupa memakai syalku. Ini semua karena salahmu!” So Eun terus memanyunkan bibirnya sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain. melihat orang-orang dengan bahagianya bermain ski bersama orang yang mereka sayangi. Saling berpegangan tangan agar tak terjatuh. Tertawa lepas seperti tanpa beban. Membuat So Eun sedikit iri. Meski kini dia sedang bersama orang yang paling disayanginya, tetap saja rasanya kurang lengkap kalau mereka tidak bermain ski bersama. So Eun sepertinya harus melupakan keinginannya itu karena sampai kapanpun Donghae takkan mau masuk ke arena ski. Tak akan pernah. Lalu untuk apa Donghae mengajak So Eun ke sini? Jawabannya tak lain adalah karena So Eun begitu menyukai permainan yang satu itu. berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Donghae yang memiliki trauma akan permainan ski. So Eun menghembuskan nafas sedih. Mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu membuatnya lupa akan kekesalannya pada pria itu. berganti dengan rasa kasihan sekaligus rasa bersalah yang tak bisa disingkirkannya dari dalam hatinya. Meski Donghae berulang kali mengatakan bahwa kejadian itu bukan salahnya sama sekali.

So Eun sedikit terkejut merasakan ada sensasi dingin di sekitar lehernya yang memang sudah dingin. Dan benar saja, sekarang sudah ada sesuatu yang melingkar di sana. Kalung dengan liontin yang sangat indah. So Eun tak bisa menutupi kekaguman akan kalung cantik itu. Ia dapat merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. Ia lalu mengangkat pandangannya untuk melihat Donghae yang tiba-tiba saja sudah ada di depannya saat ini dengan senyum yang terkembang sempurna.

“Ini..” Entah apa yang harus So Eun katakan. Melihat liontin itu ada di lehernya membuatnya begitu bahagia. Seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di sekitarnya.

“Aku sengaja memesankannya khusus untukmu. Lihat, di sana ada inisial nama kita berdua. Kalung ini harus terus kau pakai. Jangan sampai hilang. Arasso?” tanya Donghae yang hanya dibalas dengan anggukan oleh So Eun sambil tersenyum menatap Donghae. Lalu beralih lagi ke liontin cantik itu. Ia terlalu sibuk memerhatikan kalung barunya hingga tak sadar wajah Donghae sudah sangat dekat dengan wajahnya. Dan ketika So Eun mengangkat wajah, Donghae langsung mencuri ciuman singkatnya. Membuat So Eun terkejut dengan tindakan Donghae yang tiba-tiba itu. Mereka tersenyum satu sama lain. sinar bahagia dari bola mata mereka tak dapat ditutupi lagi. Cinta itu sedang mekar dalam hati dua insan ini. Begitu indah dan tak akan pernah layu sampai kapanpun.

Flashback End

 

 

 

 

 

15 pemikiran pada “Second Time

  1. Waahhh.. ??? O.o

    Singkat banget ??
    Rada gantung,kurang konfliknya :3
    #peace v.v

  2. Waw .. kurang panjang hhhehehehe :B

  3. Hwaaaaaaaa,,,
    cma sgnekah chingu,,,
    tp gk pa2 dh da ff yg bsa mghbur d mlm yg sunyi ne,,,
    hhahhaahaha
    hae sllu bsa mnynangkan sso,,
    nah cpa wnita to,,
    tp papun yg trjdi haesso tetep bkal nkah kn,,,
    pkok,a hrus bsa,,
    hheheehhe@maksa
    dtnggu lnjutan ff,a smua vhingu pa lgi loving you,,,

  4. Loh ko udahan..

    Gantung thor..
    Lanjutin donk

  5. seruu cerita’a,,
    tapi gantung + singkat bangeeeeet cerita’a,,,,

  6. ebusett~ say hello dulu deh sama authornim. muncul lg akhirnya, yahh walaupun dgn ff yg super menggantung. hehe. ini gak ada sequelnya yaa? kalo gitu ditunggu tulisan yg laen.. hwaiting ^^

  7. Uhukk udah end kah ?gak ada lanjutan.y ni … ?? Pngen.y sih ada >_<
    ohh yah author npaa bru nongol ? Aku mau nagih ff loving you … Udah lumutan nunggu.y :3 :3 cpat d.lanjut yah..udh pnasaran bgt liat KyuSso …

  8. wah akhirnya ada lagi ff yang di post🙂

    Nanggung ceritanya,, dan pendek masih belum apa-apa udah end….

    Bikinin dong sequel atau apa yang membuat cerita ini nggak nanggung….

    Ditunggu ff yang lainnya😉

  9. Flashback end??? :O Aaahh gantung bngtt thor -_-..sequel dong*kedip”*

  10. keren tpi msh gantung

  11. waaaahhh dah end aja pada hal bagus cerita’y..
    HaeSso couple favorite ku..♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
    author yg baikkk tolong dong bikin squel’y..hihihi😀
    sol’y cerita’y nggantung bngt…

  12. Lee donghae sepertinya sangat ketakutan kehilangan So Eun. So Eun sepertinya juga kurang suka dgn sikap posesif Donghae. Walaupun pd kenyataannya HaeSso tidak bisa dipisahkan oleh orng ketiga.

  13. Eoh!! Udah? Cuma gini aja?
    Aku kira bakal diceritain kelanjutannya. Serta beberapa adegan setelah Flashbacknya gitu.
    Ini mah nanggung thor??
    Mau dong di buatin lanjutannya… Heheh

  14. Yahhh koq udahan sih ??
    Tapi haesso tetep nikah kan🙂

  15. haesso selalu romantisss mahhh… apalagi donghaee ^_^. tp kalau mereka bertengkar ngeri juga :O

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s