Loving You (Part 6/?)


lagi-lagi aku cuma bisa bilang sorry karena mempost lanjutan ffnya dalam wkt yang cukup lama dan bisa dibilang pendek banget. aku mohon reader bisa memakluminya. penulis abal-abal kayak author ini enggak bisa nulis lancar tiap hari. idenya belum lancar. analoginya kayak keran mampet. air yg keluar setetes demi setetes. kkkkk gk tau kenapa malam ini gatel pingin ngepost, padahal laporan praktikum harus aku kerjain malam ini. tugas dan responsi menanti. so, harap dimaklumi ya. yg udah pada kuliah pasti ngertilah gimana susahnya jd anak kuliahan. ah iya, buat adik2 yg baru selesai UN, author doain supaya lulus. jgn lupa belajar buat sbmptnnya ya buat jaga2 kalo gk keterima snmptn. tetep semangat belajar dan belajar. jangan baca ff mulu *eh??*. kkkkk baca ff itu secukupnya aja biar enggak cepet bosen wkwkwk.

 

Title : Loving You

Cast : Kim So Eun, Cho Kyuhyun

Other Cast : Park Ji Hye (OC), dll.

Genre : Romance

Author : CloudStarMoon

Length : Chaptered (6/?)

 

Masa Lalu

 

Entah pikiran apa yang membuatku menerima ajakan Sungmin-ssi untuk terlibat obrolan—setelah sekian lama kami tidak bertemu—dengannya di kedai kopi pinggir jalan. Satu hal yang membuatku penasaran adalah bagaimana Sungmin-ssi juga bisa berada di kota ini. Memang tidak mengherankan karena dia juga orang Korea sama sepertiku, dan kota besar ini adalah tujuan banyak warga Korea untuk mencari penghidupan yang lebih layak ketimbang di desa yang sumber mata pencaharian utamanya tak lain adalah bertani ataupun berjualan di pasar. Tapi yang menggelitik saraf keingintahuanku adalah bagaimana bisa setelah bertahun-tahun kami—aku, Ji Hye, dan Sungmin—tidak bertemu, sekarang dia justru hadir kembali di depanku. Ini gila. Tak seharusnya aku menerima ajakannya, sekalipun hanya untuk sekedar mengobrol sambil minum kopi dengannya. Jika Ji Hye mengetahui hal ini, dia bisa memarahiku habis-habisan. Tapi apa yang harus kulakukan? Peristiwa bertahun-tahun silam memang masih membekas dalam ingatanku. Bahkan sampai detik ini. Walau aku sudah berusaha menguburnya dalam gudang ingatanku yang terdalam, aku tetap tak bisa mengenyahkan rasa sakit yang sekarang kembali kurasakan saat ini. Entah sejak kapan rasa itu menguasai diriku lagi sekarang. Kukira saat tadi dia mengajakku, aku bisa bersikap biasa saja karena toh perasaanku padanya dulu memang sudah kulupakan dan tak ingin aku ingat lagi. Itu hanya cinta antara dua remaja yang mulai tumbuh dan tak begitu penting untuk diingat. Tapi bagai panah yang ditembakkan dari arah yang tersembunyi, perasaan terluka, sedih, dikhianati, semua datang begitu saja menyerangku. Meski rasanya tak sesakit dulu.

Sungmin sedang berbicara panjang lebar mengenai alasannya datang ke kota ini dan seperti apa kehidupannya di sini. Tapi aku tak terlalu mendengarkan penjelasannya. Aku sibuk menetralkan rasa muakku pada semua hal yang terjadi baik di masa lalu, maupun saat ini.

“Maaf Sungmin-ssi. Bukannya aku tak berniat mendengar ceritamu itu, tapi aku harus segera pulang. Ibuku pasti akan memarahiku jika aku pulang terlambat. Sekali lagi aku minta maaf, dan terima kasih untuk kopinya. Aku pamit.” Tanpa menunggu dia membalas ucapan maafku, aku segera bangkit dan menundukkan kepala ke arahnya. Meninggalkannya yang terpaku karena aku menyudahi perbincangan satu arah ini begitu saja. Dia hanya diam di tempatnya, tak berniat mengejarku sama sekali. Baguslah, dengan begitu aku tak perlu mencari-cari alasan untuk segera pergi dari jangkauan matanya. Aku lelah, dan rasa laparku sejak tadi terus menyiksa perutku. Membuat cacing-cacing diperutku terus demo meminta diberikan jatah makan. Huft. Sepertinya aku harus membeli roti dulu untuk mengganjal perutku ini.

***

Setelah sampai di rumah, hal pertama yang kulakukan adalah mengistirahatkan otot-ototku yang kaku setelah perjalanan pulang dari kantor Kyuhyun tadi. Aku merebahkan tubuhku di sofa lusuh yang busanya sudah mulai memperlihatkan wujudnya dan sudah tak empuk lagi untuk diduduki. kuluruskan kaki dan kupejamkan mata untuk menghilangkan penat yang kurasakan. Membiarkan beban yang ada di pikiranku ikut menguap bersama keringat yang keluar dari kulitku. Heemmm.. rasanya nyaman sekali seperti ini. Membuatku malas untuk sekedar berdiri. Setelah beberapa lama, akhirnya kupaksakan juga mataku terbuka dan melangkah menuju kamarku, mengambil handuk dan bersiap-siap untuk membersihkan badanku yang sudah lengket. Saat mandi, cacing-cacing di perutku menggerutu lagi. Yaa, apa kalian tidak bisa sabar?! Kalian tidak tahu kalau aku sedang mandi?!

Karena mereka terus protes padaku, akhirnya setelah mandi dan memakai baju, aku segera pergi menuju dapur. Melihat apakah ada makanan yang bisa dimakan sekarang. Tapi sialnya, tak ada makanan di sana. Alhasil, aku harus merelakan cacing-cacing itu untuk terus mengoyak-oyak isi perutku sampai aku selesai membuat makan malam untuk kami (aku dan cacing-cacing di perutku). Untuk ibu juga tentunya. Sampai saat ini aku tak tahu harus mengatakan apa pada ibu nanti jika ia menanyakan lagi soal pekerjaan itu.

Saat aku hendak meletakkan masakanku di meja, aku mendengar pintu depan terbuka. Ibukah? Tumben sekali ibu pulang secepat ini. Apa odhengnya sudah habis? Batinku bertanya dan tentu saja aku tak bisa menjawabnya. Tak biasanya odheng ibu terjual habis secepat ini. Bahkan tak jarang ia akan membawa pulang sisa odheng yang tidak habis terjual.

###

Hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang beradu di ruangan kecil segi empat ini. Aku memang tak berniat untuk memulai percakapan mengingat peristiwa kemarin. Ibu juga sepertinya begitu. Tapi kurasa tebakanku meleset. Tiba-tiba saja ibu meletakkan makanannya dan menanyaiku pertanyaan yang sejak tadi ingin aku hindari.

“Apakah kau sudah keluar dari pekerjaanmu itu?” tanya ibu. Aku hanya bisa diam. Tak tahu harus menjawab apa. Aku tidak bisa berbohong padanya. Cukup lama aku terdiam hingga akhirnya ibu kembali angkat suara.

“Jawab pertanyaan ibu, So Eun.”

“belum.” Jawabku singkat. Meski tidak kuinginkan, aku tahu pertengkaran kemarin akan terulang lagi kali ini jika aku tidak bisa mengontrol emosiku lagi. Tapi aku terlalu lelah untuk terus diam dan mengalah dengan semua permintaan ibu yang tak masuk akal padaku. Tak masuk akal karena setiap permintaannya tak pernah dilandasi dengan alasan yang jelas dan bisa kuterima. Meski mungkin itu demi kebaikanku.

“Bukankah ibu sudah katakan—“

“Aku tidak bisa, Bu.” Aku memang menyayangi ibu dan aku tidak mau mengecewakannya. Tapi aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku merasa nyaman dengan pekerjaan ini. Meskipun Kyuhyun selalu mengerjaiku setiap hari, membuatku kesal dan marah padanya, aku tidak bisa pungkiri kalau berada di dekatnya membuatku lupa dengan masalah yang kuhadapi. Kejahilannya itu justru membuatku lupa dengan masalahku. Bahkan bisa membuatku tertawa mengingat betapa bodohnya aku di depannya.

“Kenapa kamu tidak bisa keluar dari pekerjaan itu?”—

“Kenapa ibu tidak membiarkan saja aku bekerja padanya?”

Pertanyaan dijawab pertanyaan. Memang inilah yang ingin kutanyakan kepada ibu sejak kemarin. Kenapa dia tidak biarkan aku tetap bekerja saja pada Kyuhyun?

“Bukankah sudah jelas? Ibu tak perlu mengulangnya untuk kedua kali.”

“Tapi bagiku alasan ibu itu tak masuk akal. Bagaimana mungkin hanya karena itu ibu menyuruhku untuk berhenti dari pekerjaanku?” aku mulai berkata dengan nada tinggi. Aku tahu, tak seharusnya aku bersikap seperti ini pada orang yang sudah merawatku sejak kecil. Orang yang paling kusayangi. Tapi harus bagaimana lagi? Aku ingin semuanya jelas, sehingga tak ada lagi beban dihatiku.

“Bagian mana yang kamu maksud tak masuk akal?” tanya ibu lagi. Pandangan matanya begitu dingin saat ini.

“Semua, Bu. Semua alasan ibu setiap kali melarang aku untuk ini dan itu. kenapa, Bu? Kenapa ibu tak jujur saja padaku? Ibu tak ingin aku mengalami hal yang sama seperti yang ibu alami dulu kan? Mencintai laki-laki kaya dan ditinggalkan setelah mengandung bayi haram dalam rahimmu, iya kan? Ibu—“

Plak.

Aku terdiam setelah menerima tamparan keras dari ibuku. Ini pertama kalinya ia menamparku. Air mataku jatuh tanpa bisa kuhindari. Melewati pipiku yang terasa perih oleh tamparan kerasnya. Aku memandang ibuku dengan rasa marah bercampur rasa sedih dan kecewa. Dalam hati aku sadar bahwa apa yang kukatakan tadi adalah salah. Kata-kataku tadi jelas telah menyinggung perasaannya hingga menamparku sekeras ini. Tapi rasa marah itu saat ini menguasai akal sehat dan pikiranku. Aku tak bisa berpikir jernih. Yang terpikir olehku hanyalah pergi dari rumah ini dan tak ingin bertemu dengan ibu untuk saat ini. Maka dari itu kuputuskan untuk berlari keluar rumah. Meninggalkan ibu yang terpaku di meja makan tanpa berniat mencegahku pergi. aku berlari secepat yang aku bisa. Semakin jauh dari rumah semakin baik. langkahku baru terhenti setelah berlari cukup jauh. Dengan nafas yang terputus-putus, aku terduduk lesu di trotoar jalan. Menangkupkan wajah di antara kedua lengan yang kutumpukan di atas lututku. Menutupi wajah basahku agar tak jelas terlihat kalau saat ini aku sedang menangis. Walau mungkin orang akan bisa dengan mudah menebakku sedang menangis karena kurasakan punggungku bergetar saat ini akibat tangisan. Entah mengapa, ingatan masa laluku tiba-tiba saja berputar kembali dalam otakku tanpa bisa kucegah.

flashback

“Eomma, berhenti berkata yang tidak-tidak tentang So Eun. Dia tidak seperti yang Eomma bayangkan.” Sungmin segera mendekati ibunya untuk menghentikan “nyanyian indah” yang sejak tadi disenandungkan ibunya untukku. “Nyanyian”nya bahkan terlalu indah sehingga membuat mataku meneteskan air mata seperti saat ini.

“Tapi memang begitu kenyataannya, Sungmin. dia itu tidak akan jauh beda dengan ibunya, hanya mementingkan harta dan laki-laki. Cih, tapi malang sekali nasibnya. Ketika Na Mi menunggu laki-laki tercintanya itu di acara pernikahan mereka, laki-laki itu bahkan tidak datang sama sekali. Padahal saat itu dia sudah mengandung seorang anak haram dari hubungannya dengan laki-laki itu. mungkin dia baru sadar saat itu bahwa wanita yang akan dinikahinya bukan wanita baik-baik. Keluarganya saja tidak sudi menerimanya lagi, makanya dia pindah ke desa ini.” Kata ibunya lagi. Aku pasrah dengan semua hinaannya untukku. Toh tak akan ada yang membelaku di sini. Sungmin juga seperti mengiyakan setiap perkataan ibunya. Kupikir dia akan membelaku mengingat hubungan kami saat ini yang tak bisa dibilang biasa-biasa saja. Membuat rasa sakit yang kurasakan saat ini bertambah dua kali lipat dengan sikap pengecutnya itu. Telingaku rasanya seperti tuli sesaat. Pandanganku mengabur. Bayangan ibu Sungmin yang terus “bernyanyi” terlihat samar-samar di depanku. Meski begitu, aku masih bisa melihat dengan jelas bibir tebalnya yang dipoles dengan lipstick merah merona terus berkomat-kamit. Apa dia tidak merasa kehabisan oksigen setiap kali berkata panjang lebar tanpa jeda seperti itu? Entahlah. Yang kupikirkan sekarang adalah kemana Ji Hye? Bukankah tadi dia bilang hanya ingin mengambil sapu di rumahku? Tapi kenapa sampai kegiatan bersih-bersih sudah selesaipun dia belum juga kembali? Apa dia sengaja beralasan seperti itu supaya dia bisa kabur dari kegiatan bersih-bersih kali ini? Cih, dasar anak itu. Sudahlah. Aku sudah tidak kuat lagi. Tubuhku sudah terlalu lelah dengan kegiatan bersih-bersih tadi. Ditambah ocehan Ibu Sungmin yang sepertinya tidak akan berhenti sampai bibirnya lepas dari mulut berbisanya itu. Mataku sudah semakin berat. Sepertinya aku akan pingsan sebentar lagi. Hal terakhir yang kulihat adalah Ji Hye berlari dengan wajah panik di depanku. Aku sempat mendengar dia meneriakkan namaku sebelum akhirnya aku tak dapat merasakan apa-apa lagi.

End Flashback

 

Cukup lama aku menangis hingga baru kusadari kalau saat ini kondisiku benar-benar kacau. Aku keluar tanpa alas kaki dan hanya memakai pakaian tipis tanpa mengenakan jaket penghangat tubuh. Dan kupastikan saat ini mataku sudah memerah dan bengkak. Hidung dan telingaku sudah semerah tomat. Kurasakan angin bertiup cukup kencang. Aku benar-benar merasa kedinginan. Kupeluk tubuhku sendiri untuk mengurangi rasa dingin itu, walau nyatanya tak berhasil sama sekali. Dinginnya terasa menusuk hingga tulang. Tak membiarkanku merasakan hangat sedikit pun. Hingga kurasakan sebuah jas menyelimuti tubuhku. Memberikan sedikit kehangatan di tubuh kurusku ini.

Aku mengangkat pandanganku untuk melihat siapa si pemilik jas ini, dan betapa terkejutnya aku melihat siapa orang yang telah berbaik hati menyelimutiku.

 

-TBC-

20 pemikiran pada “Loving You (Part 6/?)

  1. akhirna lanjut juga ni ff dah lama aq nunggunya
    chingu knp pendek bgt gk ky biasanya
    siapa yg nolong sso..kyu kah itu?

  2. Berharap besar orng yg menyelimuti sso itu adalah kyu :* yeah
    Akankah sungmin jd ancaman kisah kyusso hhhe ,, mudah3an sso g ada rs lgi ma umin , jdi ayahnya sso itu orng kaya ya…..akankah nanti dia d pertemukan ma ayah kandungnya ,, hoalla sso tega bgt mrah3 ma ibunya #psti nyesel kan hhhe
    Di bagian sso ribut ma ibu’ nya…kerasa bgt d hati unn ,soalnya kk lumyan sering brantem mulut ma ibu’ *curcol*

    Walopun ga panjang yg penting update :*
    Aaaaaaa lama bgt dh nunggu ni story !!
    Mudah3an isnpirasi na slalu ngalir ( ‾̴̴͡͡‾̴̴͡͡) ♍űűűάάħ°˚ ˚<3

    Mifta @kk doakan smoga tgss kuliah nya lancar,aman dan terkendali :*

  3. Ahhh sumpah sneng bgt akhir.y publish jga… >< tpi pndek thor… Huhuh… T,T tpi gk apa2 yg pnting ada… Hohoh
    ya ampun kshan bgt sso,,jadi jadi,dy itu … Ahh gk tega nyebut.y..
    Jadi sungmin itu dulu pcr.y sso,, tpi sbel jga sungmin kok gk trlalu belain sso wk2 d.katain ibu.y .. Huff!!
    Ahh d.part ini gak ada moment kyusso.y .. Tpi pnasaran yg makein jas ke sso syapa yah… Kyu kah?moga ajja… Next part.y sangat d.tggu ni ,jgan lama2 yah… Hohoh…

  4. Ahhh.. sumpah sneng bgt akhir.y publish jga… >< tpi pndek thor… Huhuh… T,T tpi gk apa2 yg pnting ada… Hohoh
    ya ampun kshan bgt sso,,jadi jadi,dy itu … Ahh gk tega nyebut.y..
    Jadi sungmin itu dulu pcr.y sso,, tpi sbel jga sungmin kok gk trlalu belain sso wk2 d.katain ibu.y .. Huff!!
    Ahh d.part ini gak ada moment kyusso.y .. Tpi pnasaran yg makein jas ke sso syapa yah… Kyu kah?moga ajja… Next part.y sangat d.tggu ni ,jgan lama2 yah… Hohoh…

  5. akhirnya ff-nya ini dilanjut lagi🙂
    Walaupun pendek tapi tetap keren……..

    Oh ternyata ayahnya so eun itu orang kaya,,,, apakah so eun nanti akan bertemu sama ayah kandungnya?????

    Siapa itu yang menghampiri so eun???
    Kyuhyun atau sungmin???
    Atau cowok lain

    Next part

  6. Ihh~ akhir’x muncul part 6’x🙂
    err~ gak tau dehh mau kommen apa. Speechless ajah tau kalo Sungminie prnh pnya “hubungan” sama Sso ..
    Kasian banget liat flashback’x😦 Sungmin gak bisa prtahanin Sso ..
    Bt, yg terakhir pnasaran. Sypa yg ngasih jas ? Moga ajah itu Kyu😀
    Ditunggu deh klanjutan’x🙂 keep spirit thor !!

  7. waaaaaaaaahhh mkin seru cerita’y..
    jdi pnsrn am next cerita’y. ok d tunggu thor kelanjutan’y..

  8. Waahhh..
    Bener eonnie…
    Part ini pendek banget v.v

    Ooo..jd begitu kenapa Ibu Soeun pun ogah2an nganggep soeun anaknya..
    Ckckckck kasihan Soeun..
    Kirain Sungmin-Soeun sahabatan rpanya mantan toh..

    Ditunggu nextnya…

  9. jdi bingung apa alasan ibunya sso !?

    kurang panjng trus ga ada momen kyusso nya !b
    di tunggu lanjutannya
    n moment kyusso yg sweet nya

  10. akhir ny d lnjt jga ff ny chingu,, stlh skian lma mnnggu, y kpndkn chingu.
    siapa yg nolong sso tuh, kyu kah?? next part d tnggu.🙂

  11. tbc nya bikin penasaran bangett antara kyumin deh *sok tau* jd alasan eommw nya soeun brsikap dingin tuh alesannya kyak gitu uhhh~~ jahat ibu nya sso

  12. Akhirnya di lanjut juga ffnya😀 hemm jadi Sso eonni dan sungmin oppa dulu pernah pacaran. Dan akhirnya aku tau kenapa ibunya Sso eonni ngelarang dia kerja disana #AnggukAngguk

    Nah loh itu siapa yg ngelimutin sso eonni pake jasnya, Sungminkah? Atau Kyuhyun?

  13. Gpp kok eon,wajar banget…
    Tapi diakhir aku bener2 penasaran si kyu bukan yah…
    Berharap banget kyuhyun…
    Trus si ming juga tiba2 muncul di kehidupan sso…
    Lanjutannya ditungguuu😀

  14. pasti orang itu kyuhyun.. waaah..
    btw ibunya soeun knp sih galak gtu? mudah2an sso baik2 aja. next part ditunggu🙂

  15. Hwaaaaa,,,
    stlah skian lma akhr,a dpost jg,,,
    tokah alsan oemma,a sso mlrang sso,,
    jd sungmin ssrg yg prnh dskai sso dmsa lalu,,,
    nahh cpa namja to,,,

  16. Akhirnya upadate juga, ya alhamdulillah lah, walaupun ngga panjang.
    Eungg.. Siapa gerangan yg menyampirkan (?) jas di bahu Soeun?? Kyu kah??
    Semoga aj deh. Jadi sebenernya ayahnya Soeun itu orang kaya ya? Semoga aja bisa bertemu ayah kandungnya setelah dia hijrah ke Seoul.. Hmm
    Ffnya keren seperti biasa,.
    Semoga next partnya kagak lama ya?
    Fighting!

  17. ehmm jadi itu alasan dari eomma sso nglarang ini itu k sso
    kasian juga sihh, niatnya baik tapi mungkin terlalu over kalee yahh

    yupp bner kyuu, jngan biarkan sso keluar dari kerjaannya yah, kan sayang tuhh

    siapa orang yg nyampirin jasnya k sso? kyuhyun yaaaiya deh kyu aja,, kan direktur tuhh, pas bnget pakenya jas
    haa

    brarti ayah sso orang kaya dongg
    d tunggu deh pokoknya lnajutannya
    fighting!!

  18. Waaaaa akirnya ff yg dtnggu2 mncul jg
    Yah wlwpn part ini pndek
    Ceriranya mkin seru mncul tokoh baru yaitu sungmin
    Tpi baru tau jg masa lalu soeun dgn ibunya
    Masi blm trjwb nih alasn ibu soeun nyuruh brenti dri pkerjaannya
    Siapa yg ditemuin soeun apa itu kyu??
    Pnsrn dgn next partnya dtnggu

  19. yang menyelemuti sso dengan jasnya siapa y?apa kyu?apa sungmin?kakak jangan lama2 y next partnya!

  20. Sedih juga dgn masa lalu Sso T_T
    apa ayah Sso masih hidup atau sudah meninggal ?
    Siapa namja itu y…kyu kah
    #semoga saja😀
    next chapter ditunggu y
    moment kyuSso nya dibanyakin😉 yoo thor hehehehehheheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s