Starmoon ( part 1/?)


Title : Starmoon

Cast : Kim So Eun, Lee Donghae, Leeteuk.

Genre : Romance

Author : CloudStarMoon

Length : Chaptered

Part 1

“So Eun-a, kenapa kau sangat menyukai bulan dan bintang?” Donghae bertanya padaku di sela-sela kegiatan kami memandang bulan yang sedang purnama, ditemani ribuan bintang yang berkelap-kelip di langit.

Tidur di atas rumput hijau di halaman belakang rumah besar ini memang menjadi kebiasaanku dan Donghae setiap malam. Kami akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat ribuan bintang di atas sana. ini memang hobby kami berdua. Aku dan Donghae memiliki kecintaan yang sama pada bulan dan bintang. Bedanya, aku suka mengoleksi segala jenis barang yang berbau bulan dan bintang, sementara Donghae tidak. Dia hanya senang melihat bulan dan bintang seperti ini. Mungkin karena dia seorang laki-laki, makanya dia tidak berniat melakukan hal-hal yang berbau perempuan seperti yang kulakukan.

Aku sendiri senang mengoleksi berbagai macam barang yang berbau bulan dan bintang, seperti jam tangan berbentuk bintang, kalung dengan liontin bulan dan bintang, anting berbentuk bintang, cincin perak dengan mata bintang, kaos dengan gambar bulan dan bintang, sepatu yang dilukis dengan bentuk bulan dan bintang, tas dengan bentuk bintang, sampai kamar yang penuh dengan pernak-pernik berbau bulan dan bintang. Yang jelas semuanya tentang bulan dan bintang.

Aku melirik Donghae sekilas sebelum berkata padanya.

“Apa harus ada alasan?” aku menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan.

“Tentu saja. Setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri menyukai sesuatu.” Jawabnya yakin.

“Begitukah? Kalau begitu, apa alasanmu suka melihat bulan dan bintang di malam hari?” sekarang aku justru menanyainya tentang alasannya menyukai bulan dan bintang, padahal aku sendiri belum menjawab pertanyaannya barusan.

“Setiap kali aku melihat bulan dan bintang, aku selalu membayangkan kalau mereka tersenyum ke arahku. Terutama saat bulan sabit. Mereka bahkan membentuk sebuah wajah yang sedang tersenyum. Dua buah bintang sebagai matanya, dan bulan sabit sebagai bibirnya yang sedang tersenyum. Benar-benar indah dan lucu.” Jawabnya sambil terus tersenyum menatap ke atas sana.

Donghae melanjutkan kata-katanya. “Dari dulu, setiap kali aku bersedih, aku pasti akan datang ke sini dan melihat bulan dan bintang dari sini. Dengan begitu, kesedihanku akan hilang dan aku akan kembali tersenyum.” Kali ini dia menolehkan wajahnya ke arahku. Dia menatap tajam ke dalam mataku. Mataku bergerak-gerak menatap secara bergantian kedua bola matanya. Kenapa dia memandangku seperti ini? Tapi sejujurnya, aku menikmati apa yang sedang dia lakukan sekarang. Aku senang ditatap begini olehnya. merasa bahwa dia memiliki perasaan yang lebih kepadaku. Tak hanya sekedar sebagai seorang saudara, namun lebih dari itu. tapi aku sadar, itu tak mungkin terjadi.

Kualihkan pandanganku ke ribuan bintang di langit. Menepis semua pikiran aneh yang terlintas dalam diriku. Bodoh. seharusnya aku tak memikirkan hal ini lagi. seharusnya aku melupakan perasaan itu. Donghae jelas tak akan mungkin membalas perasaanku padanya. Dia hanya menganggapku saudara, menganggapku adiknya, tak lebih. kurasakan mataku mulai basah. Kenapa air mata ini selalu saja ingin keluar di saat yang tak tepat.

Donghae melihatnya. Donghae tahu aku sedang menangis. Karena itulah dia menyentuh pipiku dan menghadapkanku kembali dengan wajahnya tampannya.

“Kenapa kau menangis?” tanyanya lembut.

“Tidak. Aku hanya rindu ibu dan ayahku.” Aku terpaksa berbohong padanya, meski tak sepenuhnya berbohong. Aku memang merindukan mereka, tapi air mataku saat ini bukan karena hal itu, melainkan karena sosok di sampingku saat ini.

“Jangan menangis..” katanya.

Aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai jawabannya. Tapi air mataku terus keluar. Lalu tiba-tiba saja Donghae bangkit dari tidurnya dan memposisikan dirinya tepat di atasku. Kedua tangannya ia letakkan di kedua sisi tubuhkku yang ia gunakan untuk menyangga tubuhnya agar tak terjatuh menimpa tubuh mungilku.

Aku terpaku dengan apa yang baru saja Donghae lakukan. Dia menempelkan bibirnya di keningku. Aku hanya terdiam di tempat. Apakah ini nyata ataukah hanya mimpi semata? Tapi kurasa ini benar-benar nyata, aku bisa merasakan hembusan nafas Donghae di wajahku. Aku benar-benar bisa merasakan bibir Donghae yang menempel di keningku cukup lama, sampai akhirnya dia mengangkat wajahnya dari wajahku. Kami kembali saling menatap satu sama lain. Tatapan matanya tajam dan dalam. Membuatku merasa sulit bernafas. Kami terus berada dalam posisi ini, sampai suara eomma mengagetkan kami berdua.

“Donghae-ya, So Eun-ah, cepat ke sini. Semuanya sudah berkumpul di dalam. Ayo ucapkan salam perpisahan dengan kakak kalian sebelum dia pergi.” Eomma berteriak dari teras sana. beliau tidak melihat secara langsung badan kami karena tertutupi oleh tumbuh-tumbuhan yang sengaja di tanam mengelilingi kolam ikan tempat kami berada saat ini. Untung saja. Batinku.

Seperti tersadar, Donghae kemudian bangkit dan segera berdiri menatap ke arah eommanya.

“Ba-baik Eomma. Kami akan segera masuk.”

Donghae pergi begitu saja setelah itu. Tak menoleh sedikitpun ke arahku.

Setelah Donghae dan eomma menghilang di balik pintu. Barulah aku bangkit dari tidurku. Kurasakan jantungku yang terus berdetak tak karuan. Wajahku saat ini pasti sudah semerah udang rebus. Apa yang baru saja terjadi? Aku sendiri masih bingung. Apa arti ciuman Donghae tadi? Apakah itu bentuk ciuman kasih sayang seorang kakak kepada adiknya? Ataukah bentuk ciuman lain, sebagai seorang laki-laki kepada perempuan? Bolehkah aku berharap lebih? Bolehkah aku menganggap bahwa pilihan kedua adalah jawabannya?

“Ya, So Eun-ah..”

Panggilan seseorang dari teras sana kembali menyadarkanku ke alam nyata. Di depan sana sudah berdiri seorang pemuda tampan dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya.

“Sampai kapan kau terus diam di sana? Apa kau masih marah padaku sampai-sampai tak ingin bersamaku sebentar saja di malam terakhirku di sini?” katanya padaku.

Itu Leeteuk Oppa. Dia adalah anak sulung di keluarga Lee. Umurnya empat tahun di atas umurku dan Donghae. Ya, aku dan Donghae memang seumuran. Hanya berbeda beberapa bulan saja.

Tak ingin membuatnya menunggu terlalu lama, aku kemudian berlari ke arah Leeteuk Oppa, dan berhenti setelah sampai di depannya. Dia masih terus tersenyum ke arahku.

“Hei, adik kecil. Apa kau masih marah padaku?” tanyanya lagi.

Aku memanyunkan bibirku. Aku memang masih kesal pada oppaku yang satu ini. Bisa-bisanya dia mengambil keputusan untuk sekolah di luar negeri tanpa menanyai persetujuanku dulu.

“Tidak. Siapa yang marah? Aku tidak marah.” Jawabku ketus.

“Dan satu lagi, aku bukan adik kecil lagi. Sekarang aku sudah kelas 3 SMP. Kenapa Oppa masih saja memanggilku adik kecil sih?” tambahku lagi. Aku tahu tak seharusnya aku bicara seketus ini padanya di malam terakhirnya bersama kami. Tapi mau bagaimana lagi, aku memang benar-benar masih belum bisa merelakan kepergiannya.

“Itu karena kau memang masih kecil dimataku, dan akan selalu menjadi adik kecilku. Lihat, tubuhmu saja mungil begini. Kau lebih cocok berada di taman kanak-kanak daripada menjadi anak SMP.” Kata oppa dengan senyum mengejek. Aisshh, dia membuatku makin kesal saja. Aku makin menekuk wajahku sebal. Sudahlah, tak ada gunanya meladeni ledekannya.

“Oppa… kenapa harus kuliah di luar negeri sih? Bukankah di sini masih banyak universitas yang bagus dan terkenal? Tidak kalah dengan yang di luar. kenapa kau tega meninggalkanku di sini?” keluhku dengan nada sedikit manja. Aku memang begini pada Leeteuk Oppa. Terkadang bersikap manja padanya, bahkan mungkin sering. Sampai-sampai Donghae selalu saja marah dan kesal kalau aku sudah bersikap seperti itu pada Leeteuk Oppa. Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa dia begitu. Mungkin dia cemburu karena Leeteuk Oppa lebih perhatian kepadaku daripada dia.

Leeteuk Oppa tersenyum mendengar keluhanku. Dia lalu memajukan tubuhnya sehingga lebih dekat denganku. Kemudian mengangkat sebelah tangannya dan mengacak-acak rambutku.

“Ckck. Ternyata adik kecilku ini takut di tinggal pergi ya? Hahahaha” bukannya menjawab pertanyaanku, Oppa malah meledekku lagi.

“Ya, Oppa.. aku serius.” Aku kembali memasang wajah cemberut di depannya sambil menyilangkan kedua tanganku di depan dada. Oppa masih saja tertawa di depanku.

“Hahaha ya ya, Oppa minta maaf. Oppa  tidak pernah bermaksud meninggalkanmu, sungguh. Tapi kau tau sendiri kan, ini adalah cita-citaku sejak kecil. Lagi pula, Eomma dan Appa sangat menyetujui keputusanku ini. Jadi Oppa tidak mungkin mengecewakan mereka.”

“Ck. Cita-cita yang aneh!” jawabku datar. Walau sejujurnya aku juga membenarkan niatan oppa itu. Tapi tetap saja, dia akan pergi dalam waktu yang lama. Tidak ada lagi yang akan memberikan hadiah-hadiah lucu dan unik kepadaku tiap bulannya. Tidak ada lagi yang akan membelaku jika dijahili Donghae. Tidak ada lagi yang akan mengajak aku dan Donghae untuk pergi jalan-jalan bersama. Tidak ada lagi yang mengajari dan membantu kami menyelesaikan PR kami. Aisshh aku benar-benar masih belum rela ditinggal olehnya. Aku selalu berharap kalau keajaiban akan datang.

Aku membayangkan tiba-tiba Leeteuk Oppa membatalkan renacana kepergiannya ke Inggris karena ternyata Inggris sedang dilanda krisis politik di negaranya. Seluruh rakyat Inggris turun ke jalan, melakukan aksi demo terhadap pemerintah dan kerajaan. Rakyat Inggris marah dan merusak semua fasilitas umum sebagai pelampiasan atas kemarahannya kepada pemerintah karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat Inggris. Membuat situasi di negara itu menjadi mencekam. Semua negara melarang warganya untuk masuk ke wilayah Negara Inggris. Dan alhasil, Leeteuk oppa membatalkan rencana kuliahnya di Negara itu, dan memilih untuk berkuliah di Korea saja. Huh, terkadang pikiranku bisa melayang entah ke mana. Membayangkan hal-hal yang sangat tidak mungkin terjadi. Karena pada kenyataannya, Leeteuk oppa akan tetap berangkat besok pagi ke Inggris. Mengingat ini kembali membuatku sedih.

“Sudahlah, ayo kita masuk. Mereka pasti sudah menunggu kita dari tadi.” Kata Leeteuk Oppa akhirnya.

Oppa menarik tanganku dan membawaku untuk ikut bergabung bersama Donghae, Eomma, dan Appa yang sudah menunggu di ruang keluarga. Acara perpisahan dengan keluarga akan segera diaksanakan. Hari sudah semakin malam.

***

Pagi harinya, kami sekeluarga pergi untuk mengantarkan Leeteuk Oppa ke Bandara Incheon. Setiap kali aku datang ke Bandara Incheon, aku selalu terkagum-kagum dengan arsitekturnya. Meskipun sudah beberapa kali aku ke sini, tapi tetap saja, aku tidak pernah bosan untuk mengagumi betapa megahnya bandara ini. Apalagi bandara ini menawarkan fasilitas-fasilitas yang sangat lengkap, seperti museum kebudayaan Korea, Spa On Air, berbagai macam restoran, kafe dan segala macam makanan cepat saji dan tak terbatas. Bagi wisatawan yang membutuhkan internet juga dapat mengunjungi lounge internet uber-modern. Layanan lain yang ditawarkan di bandara termasuk fax, layanan mobile, wi-fi, musik dan banyak lagi. Selain itu ada juga fasilitas lainnya, seperti lapangan golf , es skating arena, serta taman indoor . benar-benar seperti berada di hotel bintang lima. Tak salah jika Incheon menjadi salah satu bandara terbaik di seluruh dunia. Membuatku semakin bangga menjadi warga Korea.

Tak terasa sebentar lagi kami akan berpisah dengan Leeteuk Oppa. Aku semakin merasa sedih karena hal ini. Memang kami tidak akan berpisah selamanya, tapi tetap saja ini membuatku sedih. Kulirik Donghae yang berjalan di sampingku dengan wajah ceria. Aish, anak ini. Bagaimana bisa dia menampakkan wajah seperti itu di saat kakaknya akan pergi meninggalkannya. Aku saja yang bukan adik kandungnya merasa sedih akan ditinggal, tapi dia malah senang.

Aku menyikut perutnya dan alhasil dia mengaduh kesakitan. Biar saja. Biar dia tahu rasa.

“Kenapa kau menyikutku? Sakit tahu!” katanya dengan wajah sebal.

Aku hanya membalasnya dengan menjulurkan lidahku untuk mengejeknya. Dia semakin kesal karenanya. Hahaha dia benar-benar terlihat lucu dengan muka kesal begitu. Sebelum dia sempat membalas keusilanku, aku segera berlari dan berlindung pada Leeteuk Oppa yang memang berjalan di depan kami sejak tadi bersama Eomma dan Appa. Aku melingkarkan tanganku pada lengan Oppa lalu kembali menolehkan wajahku ke belakang, melihat Donghae yang masih menatapku dengan kesal. Lalu aku kembali menjulurkan lidah. Hahaha kau memang tak akan pernah bisa menang melawanku Lee Donghae.

Sebelum Oppa masuk ke ruang tunggu, kami berpamitan sekali lagi. Pertama-tama Leeteuk Oppa memeluk eomma dan appa. Eomma terlihat menitikkan air matanya yang segera saja dihapus oleh Oppa. Lalu beralih ke appa, dan setelah itu ke Donghae. Sekali lagi, Donghae hanya menampakkan wajah biasa saja, tidak ada sedih-sedihnya sama sekali. Dasar tidak berperasaan. Saking sibuknya aku memerhatikan wajah Donghae, aku sampai tak menyadari kalau Leeteuk Oppa sudah berada di depanku.

“Ehm..” Leeteuk Oppa berdehem sebelum memulai kata-katanya. Aku menunggunya mengatakan sesuatu padaku. Tapi Oppa diam saja, seperti mencari kata yang tepat untuk dikatakan. Lalu, setelah menarik nafas cukup dalam dan menghembuskannya, Oppa memulai ucapannya.

“So Eun-ah. Kau tahu kan, kau adalah adik kecil yang sangat kusayangi?”

Aku hanya menjawab pertanyaannya dengan anggukan. Aku tahu benar kalau Leeteuk Oppa sangat menyayangiku, meski aku bukanlah adik kandungnya. Tapi dia memeperlakukan aku seperti adik kandungnya sendiri. Aku juga menyayangi Oppa seperti kakak kandungku sendiri.

“Jaga dirimu baik-baik selama Oppa pergi. Jangan nakal. Jangan terlalu sering bertengkar dengan Donghae, ara?”

Aku memanyunkan bibirku mendengar kata-kata Oppa. “Kalau Donghae tidak memulai duluan, aku tidak mungkin menyerangnya balik, Oppa..”

“Mwo?? YA, Kim So Eun. Kau yang sering memulai pertengkaran. Kenapa kau malah menyalahkanku?!” sanggah Donghae. Aish.. bisakah dia tidak berteriak di depan telingaku.

“YA, jangan berteriak di depan telingaku! Kau pikir aku tuli?”

“Siapa yang berteriak? Aku tidak berteriak. Telingamu saja yang terlalu sensitif!”

“Ck. Jelas-jelas kau berteriak, masih tidak mau mengaku?”

“YA…”

“Aigoo.. baru saja aku katakan tapi kalian justru melakukannya di depanku sekarang. Tidak bisakah kalian membiarkanku pergi dengan tenang tanpa mengkhawatirkan kalian?”

Seperti biasa, Leeteuk Oppa akan menjadi penengah di antara kami jika kami bertengkar seperti sekarang ini. Sementara Eomma dan Appa justru hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah kami berdua. Apa pertengkaranku dengan Donghae terlihat seperti sirkus sampai membuat mereka tertawa?

“Benar yang dikatakan Leeteuk, So Eun-ah, Donghae-ya. Apa kalian akan terus bertengkar seperti ini sampai kalian dewasa nanti? Seperti kucing dan anjing saja.” Eomma kali ini mulai bersuara.  Aku hanya memanyunkan bibirku sebal. Begitu pula dengan Donghae.

“Baiklah kalau begitu, aku harus segera check in. So Eun-ah.. jaga dirimu baik-baik. Donghae, aku titip So Eun padamu. Jangan terlalu sering membuatnya menangis, arasseo? Eomma, Appa, aku pergi. Jaga diri kalian baik-baik. aku pasti akan sangat merindukan kalian.” Kulihat Leeteuk Oppa sudah mulai berkaca-kaca dan dapat kurasakan, wajahku juga sudah basah oleh air mata. Aku langsung menghambur kepelukannya. Benar-benar tidak rela melepasnya pergi jauh. Kami semua berpelukan di sana. Cukup lama hingga akhirnya kami menyudahinya dan Oppa bergegas masuk melewati pintu keberangkatan. Aku menatap sosok itu hingga menghilang dari jangkauan mataku.

Rasanya baru kemarin aku masuk ke keluarga ini. Tapi kenapa waktu terasa begitu cepat berlalu?”

–TBC–

sebelumnya aku mau minta maaf krn blm bisa lanjutin FFku yg satunya. kuliah dan kegiatan kampus benar-benar menyita waktuku. karena itu aku harap temen2 bisa maklumi. dan maaf jika ada yang kurang berkenan dengan tulisanku, aku jg baru mulai belajar nulis cerita dan seperti inilah gaya penceritaanku. aku nggak mungkin maksain orang buat suka sama ceritaku, tapi aku selalu berusaha untuk bercerita dengan gayaku sendiri. makasi juga buat saran2nya chingu.🙂

mumpung sekarang aku lagi libur 1 bulan, aku ingin ngisi waktu liburanku ini buat nulis ff sesering mungkin. doain ya😀

24 pemikiran pada “Starmoon ( part 1/?)

  1. ohhh ternyata soeun ma donghae bukan saudara kandung…hmmm apa donghae sk juga ma soeun…haha lucu kalo soeun-donghae bertengkar…kkk ditunggu labjutan ffnya jangan lama-lama..😀

  2. waaaaahhhh…
    seru bngt…haesso shipper…
    gx nyangka lw haeppa itu org’Y iseng bngt..sso eonnio kasian ditinggal teukppa pergi..
    next part’y d tunggu..loving you juga yah. di lnjutin..

  3. Untung bukan saudara kandung.. gimana ceritanya Sso ada di keluarga hae pa…/

    seru kayanya nich kisah percintaan HaeSso…
    buat Author semangat terus. dan pasti selalu di tunggu karya karyanya…

  4. eeehhmm msh pnsrn ltr blkg sso smpi diangkat ank olh klrg donghae,,gmn nasib prcntaan&hbgn mrk slnjtny nie,,dtggu lnjtny gomawo🙂

  5. dha ff bru lg chingu,, ska sma crta ny, d part 1 nie ru nyrta’n tntng sso ny y,, d tngu next part ny y,, sm lnjtn ff yg lain ny.🙂

  6. Haesso ternyata bukan saudara kandung tooh #anggukangguk
    So eun suka sama dong hae dan kayaknya dong hae juga suka nih sama so eun,hanya saja mereka gak peka sama perasaan satu sama lain..
    Ditunggu karya selanjutnyaaa

  7. Horeeee dh hdr lg dh ff baru …hmmm untuk part 1 msh aman2 aja …siiip
    Soeun nya memnhg gds kecil yak kan msh smp hhhe …critanya menarik bgt saeng …
    Itu pas hae nyium kening soeun kek nya pake perasaam yak ..hmm jangan2 hae dh ada benih2 cinta kek yg d rasakan soeun ;*

    Manjaan soeun ma leetuk bener2 q sukatrus kek nya haesso sk brantem2 syg hihiiii

    Lanjuuut saeng ~
    Smua ff mu eon tunggu :*

    Thumb up (y)

  8. Waaa.. Ff baru..
    Suka, suka,
    apalagi HaeSso..
    Wiiiiiiii…
    Part pertama.. Masih pengenalan ya..
    Tapi sukses buat q senyum2 gaje..
    Lihat tingkah Donghae sama Soeun..
    Kirain mereka akur2 aja. Melihat di scene2 awal. Mana Donghae pake acara cium kening Sso lagi..
    Hehehe kayaknya sih, Donghae suka sama Soeun, makanya dia seneng banget pas Leeteuk pergi ke Luar negeri. Ckckc.
    Ditunggu sangat part selanjutnya.
    -Choi Hye Mi-

  9. Ommo!! HaeSso sodara angkat yaa crta’x ?!
    Emng’x apa yg trjdi sama ortu Sso ? Knpa Sso jd tggl bareng HaeTeuk ?
    Wahh ,, baru mulai baca bt Teukie udh mau melancong ajah ..
    Jd penasaran kelanjutan’x .. Gmna HaeSso stlh ditinggal Teukie ? Trus , apkh mreka akan saling “mencintai” -tnpa unsur adik’kaka ?
    Jg , apa ortu’x HaeTeuk akan mengizinkan kalo ituh beneran ?

    Okkeh , keep spirit & hwaiting ^^

  10. Setelah sekian lama akhirnya ada yang di post juga,haesso juga masih unyu2…
    Lanjutannya di tunggu…

  11. Oh ternyata donghae oppa dan so eun eonni bukan saudara kandung, hm kayanya sso eonni punya perasaan sama hae oppa dan hae oppa pun sama #SokTau
    Penasaran kenapa sso eonni bisa di jadiin anak angkat?
    Di tunggu next partnya🙂

  12. Wahh ff baru … Seru cerita.y .. Kirain donghae ma sso saudaraan,trnyata enggak… Ortu.y sso k mana??
    Jadi cerita.y sso ma donghae masih smp yah d.sni… Lucu jga ngebayangin.y mereka masih SMP …😀
    Leeteuk ke inggris??bkal blik lg kan?? Moga ajja.. Apakh nanti akan ada cinta sgitiga d.antara HaeSsoTeuk?? Kalau ada bkal seru tuh kyak.y ….😀
    humm rindu maa ff Loving You,, moga cepat d.publish yah.. Rindu prtengkaran.y KyuSso.. Tetap smangat … \^_^/

  13. Waaa ada ff baruuu senengnya
    Ini critanya cinta ssma saudra yah atau aoa? Kke
    Sbnernya donghae itu nganggep soeun itu apa ya?
    Mkin pnsran nih pjojnya dtnggu deh next partnya
    Smgt thor

  14. Omo,,,,haesso trnyta sdraan y,,,
    tpi bkan kndung gk pa2 lh,,,
    tpi pa mksud donghae nyium sso,,,,
    kyak,a cnta sso bkn sblh phak dech,,,
    chingu aku ska smua krya2,a,,,,
    hwaiting n trus brkrya,,,,,
    i love kim so eun dech,,,@gk nymbung

  15. Jangan2 Donghae juga suka sama Soeun.. *sotoy*

    jd Donghae sma Soeun sekarang masih kls 3 SMP gitu ya??

    Ditunggu nextnya Eonnie…
    Wkt mereka udh beranjak dewasa atw msih SM..

  16. Hu hu hu sedih bnget kok teuki oppa pergi,,,tapi gpp biar bnyak moment haessonya,,,,isssshhh haesso brantem mulu,,,keknya haeppa udh cemburu tuh,,,ditunggu next partnya eon,,ffnya daebaaaaaaak

  17. Hu hu hu sedih bnget kok teuki oppa pergi,,,tapi gpp biar bnyak moment haessonya,,,,isssshhh haesso brantem mulu,,,keknya haeppa udh cemburu tuh,,,ditunggu next partnya eon,,ffnya daebaaaaaaak🙂

  18. mereka bertiga itu bukan saudara kandung ternyata tapi apa hubungan donghae sama so eun???
    So eun itu emangnya nyukai donghae atau leeteuk???
    next part

  19. Kukira mereka udah dewasa, rupanya masih pada smp tohh…

    Ditunggu part selanjutnya

  20. lanjut eonnnn, ditunggu ya..
    keren….
    alurnya bikin penasaran

  21. Oh trnyata haesso saudara tpi tiri
    wah menarik crita nya
    ditunggu pertengkaran2 haesso slanjutnya
    semangat thor !

  22. huaaa ceritanya seru…..
    donghae sama sso sering berantem ya? wkwk
    ditunggu part selanjutnya🙂

  23. lanjut lanjut😀 Penasaran sama ceritanya thorr ..
    please jgn lama2 part 2nya hihi

  24. Apa yg akan trjd selanjt’y?

    Lanjut thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s