Loving You (Part 4/?)


Title : Loving You

Cast : Kim So Eun, Cho Kyuhyun

Other Cast : Park Ji Hye (OC), dll.

Genre : Romance

Author : CloudStarMoon

Length : Chaptered (4/?)

 

 

Cho Kyuhyun POV

 

Aku baru tiba di kantor saat ayah menelpon dan menyuruhku untuk datang ke kantornya. Dia mengatakan ada hal penting yang ingin dibicarakan denganku. Padahal saat itu aku baru saja duduk di kursi kerjaku. Tapi mengingat sifat ayah yang tegas dan tak mau dibantah, aku pun tak bisa menolak permintaannya. Ayah memang cukup keras.

Setelah sampai di kantornya, aku segera menuju ruangan ayah. Dan ternyata yang ingin dibicarakannya adalah mengenai pengembangan perusahaanku. Proyek kerja sama dengan anak perusahaan sahabatnya yang juga dikelola oleh anak dari sahabatnya itu. Kupikir apa, ternyata hanya membahas soal proyek kerja sama. Aku tak mengerti dengan jalan pikiran ayah. Dia bilang kalau proyek kerja sama ini akan sangat berguna untuk kemajuan Star Group, bahkan juga akan semakin memajukan Starmoon Group. Tapi aku justru tak melihat keuntungan yang begitu besar yang bisa kudapatkan dari kerja sama itu. Aku hanya bisa mengiyakan saja apa yang dikatakan oleh ayah. Toh ayah tak mungkin melakukan sesuatu yang bisa membahayakan Star Group. Aku sangat paham akan hal itu.

Setelah pembicaraan dengan ayah selesai, aku segera kembali lagi ke kantor. Masih banyak pekerjaan yang harus kukerjakan. Perusahaan sedang menangani proyek yang cukup besar. Semua karyawanku bekerja ekstra akhir-akhir ini. Begitu juga denganku. Tapi sialnya, otakku malah terserang ‘virus berbahaya’. Wajah gadis itu terus bergentayangan di pikiranku. Bahkan semalam aku sampai tidak bisa tidur karena terus memikirkannya.

Ingatanku kembali pada kejadian di coffee shop kemarin siang, dimana aku bertemu dengan gadis itu. Melihatnya diperlakukan tak manusiawi membuat hatiku terasa miris. Apakah hidupnya benar-benar susah sampai harus memohon hanya untuk sebuah pekerjaan? Aku melihat raut wajahnya yang seakan menahan air mata  untuk keluar saat ia terjatuh karena didorong laki-laki botak yang baru saja menghinanya. Mukanya sudah merah menahan malu. Tangannya sedikit bergetar. Memandangku dengan sorot mata sendu. Ingin rasanya aku memeluknya. Melindungi gadis bodoh itu dengan sekuat tenaga. Tapi kutahan keinginanku dan beralih menatap manager botak yang sedang menatapku dengan tatapan waspada. Aku menatapnya marah. Ini tidak dibuat-buat. Aku memang benar-benar marah pada pria botak itu. Kemarahanku semakin menjadi saat dia justru semakin menghina So Eun. Rasanya ingin sekali membenturkan kepala botaknya itu ke pintu coffee shopnya. Tapi kuurungkan niatku dan memilih untuk membalasnya dengan kata-kata pedas yang keluar begitu saja dari mulutku. Dan itu berhasil.

Aku tidak peduli dengan apa yang orang pikirkan tentangku. Toh yang salah di sini adalah manager itu. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan. Melindungi gadis yang berdiri di sampingku yang hanya menatap kami berdua dengan wajah melongo dan tak percaya. Dalam hati aku tersenyum, yakin bahwa kali ini sikapnya yang dingin kepadaku pasti akan berubah 180 derajat setelah melihat aksiku menolongnya.

Tapi ternyata aku salah besar. Kenyataan yang terjadi malah melenceng jauh dari perkiraanku. Bukannya berterima kasih, dia justru menyalahkanku dan mengataiku sok pahlawan. Benar-benar tak tahu terima kasih! Bahkan saat aku menawarinya pekerjaan, dia justru menuduhku yang tidak-tidak. Inikah caramu berterima kasih, Nona Kim So Eun? Kau tahu, kau benar-benar menyebalkan!

Kukembalikan akal pikiranku ke alam sadar. Aku bahkan tak sadar kalau sebentar lagi akan tiba di ruanganku. Ruang kerja direktur tentunya, bukan bos mafia.  Saat tiba di sana, aku tak melihat Ji Hye di mejanya. Ck. Kemana perginya anak itu? Kenapa dia meninggalkan mejanya di saat aku tak ada di sini? Kulihat layar komputernya masih menyala. Berkas-berkas yang kuminta untuk dikerjakan berceceran di atas mejanya. Ckck. Bagaimana kalau ada tamu yang datang? Mereka bisa mengira aku tak becus mempekerjakan sekretarisku. Tapi sudahlah. Tak ada gunanya memarahi pegawaiku yang satu itu. Dia sama keras kepalanya denganku. Biarkan saja dia begini, asalkan pekerjaannya selesai dengan baik dan memuaskan.

Aku kemudian melanjutkan langkah menuju pintu ruang kerjaku. Begitu membukanya dan melangkah masuk ke dalam, aku dikagetkan oleh seseorang yang sedang duduk di sofa ruanganku. Benar-benar terkejut sampai merasa terpaku di tempatku berdiri saat ini.

“Kau..”

“Kau..”

Kami berbicara secara bersamaan. Aku tahu dia sama terkejutnya denganku. Aku bisa melihat itu dari raut wajahnya.

Kenapa dia bisa berada di ruanganku? Apa yang dilakukannya di sini?

Aku masih terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba ini, sampai kudengar dia kembali berbicara yang tentunya ditujukan kepadaku. Siapa lagi kalau bukan aku? Di sini hanya ada kami berdua.

“Kenapa kau ada di sini?” Tanyanya. Hei.. Seharusnya aku yang bertanya begitu, bukan dia. Aku berusaha mengendalikan diri dari keterkejutanku. Meskipun kebingunganku masih belum terjawab sama sekali.

“Justru itu yang ingin kutanyakan. Kenapa kau bisa ada di ruanganku?” Aku balik bertanya padanya. Kulihat wajah polosnya yang tadi  sempat tenang kembali memperlihatkan keterkejutan. Itu membuatnya terlihat semakin lucu di mataku.

“Yaa. Kau pikir kau bisa membodohiku?! Ini ruangan direktur, bukan ruangan karyawan biasa sepertimu. Apa kepalamu terbentur sesuatu sampai kau lupa jalan menuju meja kerjamu sendiri?”

Kata-katanya kembali membuatku ‘terpana’. Dia berkata seolah-olah dia lebih tahu tentang tempat ini dibandingkan aku, pemilik sah perusahaan ini. Apa dia belum tahu siapa diriku yang sebenarnya? Apa dia masih berpikiran kalau aku adalah seorang bos mafia? Dia tidak tahu dengan siapa dia bicara saat ini. Aku penasaran bagaimana reaksi kalau tahu akulah direktur perusahaan ini.

Baru saja aku hendak membalas perkataan gadis itu, tiba-tiba Ji Hye datang dan memotong perkataanku.

“Dengar gadis bodoh—“

“O. Kau sudah kembali rupanya.” Kata Ji Hye memotong ucapanku. Dia berdiri tepat di sampingku. Kulihat gadis itu berjalan mendekati kami berdua.

“Ji Hye-ya” ujarnya.

“Park Ji Hye-ssi. Bisa kau jelaskan kenapa gadis ini bisa ada di ruanganku?” Tanyaku tegas. Tanpa perlu meliriknya, aku tahu gadis itu sekarang sudah melongo melihatku. Apa kau masih belum percaya kalau ini adalah ruang kerjaku, Kim So Eun?

Bukankah kau sendiri yang menyuruhku kemarin untuk membawanya ke sini? Kau sendiri yang bilang mau mempertimbangkannya terlebih dahulu untuk bisa bekerja di perusahaan ini.” Kata-kata Ji Hye sudah berhasil menjawab pertanyaan yang sejak tadi berputar di kepalaku.

Bodoh. Kenapa aku bisa lupa kalau dulu Kim So Eun datang ke sini untuk mencari Ji Hye. Kupikir dia hanya mengada-ada. Aku tak menyangka kalau dia benar-benar sahabat Ji Hye. Tunggu dulu.. Kalau dia mengaku sebagai sahabat Ji Hye, bukankah berarti gadis ini yang sering diceritakan Ji Hye padaku? Setahuku Ji Hye hanya memiliki seorang sahabat. Tapi kalau benar dia sahabat Ji Hye yang diceritakannya itu, kenapa Ji Hye tak pernah cerita kalau sahabatnya ini sudah ada di Seoul?

“So Eun-ah, kenapa kau diam saja? Ayo perkenalkan dirimu. Beliau ini adalah direktur perusahaan ini, Cho sajangnim.” Perkataan Ji Hye membuyarkan lamunanku.

“Mworago?” Hanya itu yang keluar dari mulut gadis itu. Aku tahu dia sama terkejutnya seperti diriku.

Ji Hye memandang kami secara bergantian. Mungkin dia heran melihat tingkah kami berdua yang seperti orang kebingungan.

“Ji Hye-ssi, bisakah kau meninggalkan kami berdua dulu?” Kataku pada Ji Hye. Kurasa akan lebih baik kalau aku hanya bicara empat mata dengannya, tanpa ada Ji Hye.

Meski dia terlihat sedikit enggan untuk pergi, tapi akhirnya dia mengiyakan juga permintaanku.

“Ba-baiklah kalau begitu. Aku akan keluar. So Eun-ah, fighting!” Aku masih bisa mendengar Ji Hye memberi semangat dengan mengangkat dan mengepalkan kedua tangannya di depan dada pada gadis di depanku yang saat ini bahkan masih terlihat shock dengan apa yang baru saja terjadi. Hah, apa kau baru percaya kalau aku ini bukanlah karyawan biasa apalagi bos mafia seperti yang kau katakan?

Kudengar suara pintu tertutup di belakangku. Setelah beberapa detik, barulah aku beranjak menuju meja kerjaku. Kemudian duduk di kursi dan kembali memandang gadis itu yang sampai sekarang masih saja tak bergerak di tempatnya. Dia bahkan masih membelakangiku. Apa seperti ini caranya melamar pekerjaan? Benar-benar tak sopan.

“Sampai kapan kau akan berdiri di situ dan membiarkanku hanya menonton punggung kurusmu dari sini?” Aku berusaha mengalihkannya dari keterkejutannya. Barulah setelah itu dia mau berbalik dan menatapku masih dengan wajah terkejutnya. Lalu dia berjalan pelan ke arahku dan berhenti tepat di depanku.

“Duduklah” kataku.

Dia hanya mengikuti saja tanpa mengatakan sepatah katapun. Aku menatapnya cukup lama. Namun yang ditatap justru hanya menunduk tak berani menatapku.

“Jadi kau datang ke sini untuk melamar pekerjaan?” Aku bertanya padanya.

Dia menganggukkan kepalanya mengiyakan. Masih dengan posisi menunduk.

Aku masih ingat sekali kemarin dia bilang tidak akan pernah mau bekerja di perusahaanku, tapi nyatanya sekarang justru dia yang datang sendiri ke sini. Hah, sekarang kau termakan ucapanmu sendiri, Kim So Eun. Baiklah, sepertinya aku mulai menyukai semua ini. Aku tersenyum penuh arti sambil terus menatapnya.

“Bisa kulihat ijazah terakhirmu?” Kali ini dia mengangkat kepalanya dan menatap ke arahku. Dia hanya menatapku tapi tak kunjung menyerahkan apa yang kuminta  padanya. Setelah beberapa detik barulah dia seperti tersadar dan langsung menyerahkan ijazahnya padaku. Ya Tuhan.. Bahkan untuk bisa menangkap kata-kata sederhanaku saja dia harus berpikir selama itu. Apa dia benar-benar shock? Seharusnya dia sudah bisa menebak jabatanku di kantor ini hanya dengan melihat penampilanku. Siapapun yang melihatku pasti sudah bisa menebak kalau aku memiliki jabatan penting di perusahaan. Tapi ya.. Kuakui, dia memang sedikit berbeda dari yang lainnya. Ditambah lagi dengan otaknya yang sedikit rusak.

Aku menerima pemberiannya dan mulai membuka map yang diberikannya. Aku membelalakkan mata melihat angka-angka yang tercetak di lembaran kertas yang kupegang. Ckck. Tak mengherankan memang, mengingat betapa ‘ajaib’nya otak gadis yang satu ini. Bagaimana mungkin dia bisa lulus dengan angka-angka ini? Apa dia menyogok sekolahnya dulu agar diluluskan? Tapi kurasa itu tak mungkin. Atau mungkin saja guru-gurunya kasihan melihatnya, karena tahu betapa menyedihkan hidup gadis ini seperti  yang Ji Hye ceritakan.

Seperti menyadari apa yang kupikirkan, dia lalu berkata kepadaku.

“Dulu aku memang sedikit bermasalah dengan pelajaran sekolah.” Katanya sambil kembali menunduk. Cih, sedikit dia bilang? Aku menatapnya dengan pandangan tak percaya. Dia melirikku sekilas lalu kembali berkata.

“Banyak..YAA, kuakui kalau aku memang banyak bermasalah dengan pelajaran sekolahku dulu. Tak seperti Ji Hye yang punya otak cerdas. Tapi bisakah kau tak memandangku dengan tatapan menghina begitu?!  Ck. Membuatku kesal saja.”

Hah, gadis ini benar-benar. Bukankah sekarang dia yang sedang membutuhkan pekerjaan, kenapa jadi dia yang marah-marah padaku? Bahkan dia berkata dengan sedikit berteriak. Wajahnya ditekuk kesal.

“YAA. Kenapa kau jadi marah-marah? Bukankah kau ke sini untuk melamar pekerjaan padaku? Beginikah caramu melamar pekerjaan? Pantas saja tidak ada yang mau menerimamu bekerja di manapun. Mana ada yang mau menerima pelamar sepertimu!” Aku balas meneriakinya dengan tak kalah keras karena emosiku mulai bangkit. Tapi kemudian aku menyesali perkataanku barusan. Kulihat sekarang mata indahnya itu sedikit berkaca-kaca. Oh.. Sial.

“Apa kau perlu berkata seperti itu?” Ujarnya berusaha menahan suaranya agar tetap terdengar normal. Tapi aku bisa menangkap getaran dalam suaranya. Dia menahan tangis agar tak keluar. Sungguh, aku benar-benar menyesali perkataanku tadi.

“Ma-maaf, tadi aku hanya terbawa emosi. Aku sama sekali tak bermaksud berkata seperti itu padamu.” Aku berkata lembut padanya. Kuharap dengan begitu dia akan berhenti bersedih. Dan berhasil. Dia mengusap bagian sudut matanya. Menghapus air mata yang sempat menggumpal di sana.

“Jadi bagaimana? Apa kau akan menerimaku di sini atau tidak? Kalau kau memang tak berniat menerimaku bekerja, aku bisa pergi  sekarang juga.” Ujarnya santai.

Astaga.. Dia berkata seolah-olah akulah yang membutuhkannya di sini, bukan sebaliknya. Tapi kau tenang saja, Kim So Eun. Aku tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ini adalah kesempatanku untuk membalas semua perbuatanmu padaku. Mungkin juga kesempatan agar aku bisa lebih dekat denganmu. Aisshh dari mana sih datangnya pikiran itu?

Kulihat wajahnya yang sedang menanti jawaban dariku.

“Baiklah, kau kuterima bekerja.” Jawabku akhirnya. Seketika itu wajahnya langsung berubah antusias. Seulas senyum bahagia tersungging di bibir mungilnya. Membuatku terpana beberapa saat dengan wajah bahagia yang ditunjukkannya saat ini.

“Benarkah? Kau benar-benar menerimaku, Cho Kyuhyun? Terima kasih. Aku benar-benar tak menyangka kalau kau akan menerimaku bekerja di sini. Kupikir karena beberapa kali pertemuan kita yang tak menyenangkan, kau tidak akan mau menerimaku bekerja di sini. Benar-benar terima kasih. Aku sungguh berterima kasih padamu.” Dia terus berkata tanpa melepas senyum di wajahnya. Hahaha. Aku tertawa dalam hati. Dia belum tahu rencanaku yang sebenarnya.

“Kalau boleh kutahu, aku bekerja di bagian apa?” Ini adalah pertanyaan yang kutunggu-tunggu sejak tadi. Aku kembali tersenyum sebelum menjawab pertanyaannya.

“Kau akan bekerja sebagai.. Pelayan pribadiku.”

Aku tersenyum simpul melihat keterkejutan yang saat ini kembali tercetak di wajah cantiknya itu. Kulihat dia mengerutkan dahi.

“Apakah ada jenis pekerjaan seperti itu di perusahaan ini?” Tanyanya bingung.

“Tentu saja tidak. Aku baru terpikir tentang hal itu sekarang. Kau tahu, perusahaanku sekarang sedang sibuk sekali. Jadi, aku sebagai seorang direktur juga tentunya akan sangat sibuk mengurus banyak hal. Karena itulah aku berniat mencari seorang pelayan pribadi yang bisa melakukan apapun yang kuminta selama 24 jam penuh, sehingga pekerjaan kantorku juga tidak akan terganggu. Dan kebetulan sekali kau datang melamar pekerjaan padaku. Jadi kenapa tidak kau saja yang jadi pelayan pribadiku?” Kataku dengan tersenyum. Raut wajahnya sedikit berubah menjadi waspada.

“Solma (jangan-jangan)… Kau merencanakan sesuatu padaku?” Kali ini sepertinya otaknya sedak dalam keadaan baik, karena dia bisa menebak dengan tepat apa yang kupikirkan.

“Terserah kau mau berpikir apa mengenai tawaranku ini. Tapi yang jelas, hanya pekerjaan inilah yang bisa kutawarkan padamu.” Aku menjawab pertanyaannya dengan tenang. Jangan sampai dia curiga dengan rencanaku.

Dia terlihat berpikir cukup lama, lalu akhirnya berkata. “Baiklah. Bisa kau jelaskan apa saja yang harus kulakukan?”

“Sederhana saja. Kau datang pagi-pagi ke apartemenku. Menyiapkan sarapan untukku, lalu setelah itu membersihakan seluruh ruangan, mencuci dan menyetrika pakaianku, dan sebagainya. Dan setelah semuanya selesai, kau harus membawakan makan siang untukku ke kantor. Lalu kau tetap di kantor untuk melayaniku. Ingat, hanya melayaniku, bukan melayani karyawan di kantor ini. Kau kerjakan apa yang kuperintahkan padamu sampai aku memperbolehkanmu untuk pulang. Barulah setelah itu kau boleh pulang ke rumahmu.”

Dia hanya melongo menatapku. Mulutnya sedikit terbuka mendengar penjelasan dariku tadi. Dia seperti ingin protes, namun segera saja aku membungkam mulutnya dengan perkataanku.

“Kalau kau bersedia, kau bisa mulai bekerja besok. Tapi kalau kau tidak mau, kau bisa meninggalkan kantor ini sekarang juga.”

Aku tersenyum penuh kemenangan. Kali ini aku yakin, akulah yang menang. Hahahaha.

***

 

Kim So Eun POV

 

Awalnya aku sangat terkejut mengetahui bahwa dia adalah direktur perusahaan ini. Benar-benar terkejut sampai-sampai aku tak menghiraukan sama sekali perkataan Ji Hye padaku saat dia hendak keluar dari ruangan direktur. Aku bahkan tak sadar kalau laki-laki itu sudah duduk di kursi kerjanya dengan gaya yang, ya Tuhan… benar-benar terlihat angkuh dan sombong. Inikah bos yang dimaksud Ji Hye itu? Yang dia bilang sangat tampan dan mempesona itu? Ckck bos angkuh nan sombong seperti ini dimana letak mempesonanya sih? Apa mata Ji Hye sudah rabun? Bukankah dari dulu dia yang lebih ahli menilai seseorang daripada aku. Tapi kenapa sekarang penilaiannya sedikit bergeser? Kuakui dia memang tampan. Tapi melihat tingkahnya yang congkak, bagiku dia tidak mempesona sama sekali.

 

Aku tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran laki-laki sombong itu untuk menjadi pelayan pribadinya. Sejujurnya aku sedikit ragu. Mungkin saja dia memiliki niat lain terhadapku. Pasalnya baru kali ini aku melamar pekerjaan ke perusahaan dan bukannya menjadi pegawai di perusahaan itu, malah diminta menjadi pelayan pribadi. Aku baru mendengar hal seperti itu.

Tapi ketika keraguan itu menyergapku, hal lain juga membayangi pikiranku. Bayangan ibu yang pulang dalam keadaan lelah dengan peluh bercucuran di dahinya membuatku akhirnya mengambil keputusan untuk menerima tawaran Cho Kyuhyun. Firasatku mengatakan kalau dia hanya ingin memanfaatkan kondisiku saat ini untuk membalasku. Mengingat betapa seringnya aku membuat dia kesal dan emosi. Itu karena dia dulu yang memulai. Kalau dia tidak membuatku kesal, aku juga tak akan berbuat begitu padanya.

Dasar laki-laki kejam. Bisa-bisanya dia memanfaatkan keadaanku yang sedang susah untuk membalas dendam. Lihat saja. Aku tak akan menyerah begitu saja. Walau seperti apapun kau mencoba untuk menjahiliku, aku tidak akan dengan mudah untuk takluk dan mengakui kesombonganmu itu. Aku bersumpah, kau tak akan menang melawanku, Cho Kyuhyun!

***

 

Besok paginya, aku datang ke apartemen Kyuhyun berbekal selembar kertas bertuliskan alamatnya yang diberikan padaku kemarin. Entah keputusanku ini benar atau tidak, tapi yang jelas aku tak bisa mundur lagi. Kalau aku mundur, berarti aku telah mengaku kalah darinya. Dia akan menertawaiku kalau aku sampai melakukan itu. Aku menguatkan kembali tekadku. Ini semua demi ibu. Aku tidak ingin terus menjadi beban baginya. Hidupnya sudah terlalu menderita karena aku.

Sekarang aku sudah berada di depan gedung apartemen laki-laki itu. Benar-benar besar dan mewah. Aku tak pernah membayangkan akan masuk ke apartemen semewah ini. Kulangkahkan kakiku dengan hati berdebar. Sama seperti saat kemarin aku menginjakkan kaki di pintu masuk perusahaannya, begitu juga yang kurasakan kali ini. Tapi entah kenapa rasanya sedikit berbeda. Kalau kemarin aku belum mengetahui siapa yang akan kutemui, tapi sekarang aku sudah tahu siapa orangnya. Laki-laki itu, Cho Kyuhyun. Tak tahu kenapa ada perasaan lain yang merasuki hatiku. Entahlah, aku juga tidak tahu perasaan apa itu.

Setelah sampai di lobby apartemen, aku tercengang melihat betapa mewahnya gedung ini. Ini pertama kalinya aku masuk ke tempat semewah ini. Aku tidak mampu menutupi kekagumanku pada semua yang ada di tempat ini. Lama aku mengedarkan kepalaku menatap setiap sudut apartemen, sampai akhirnya pandanganku bertemu dengan wajah resepsionis yang tengah menatapku dengan wajah tersenyum ramah. Aku membalas senyumnya sedikit kikuk. Lalu melangkah untuk lebih mendekat ke arahnya.

“Selamat pagi, Nona. Ada yang bisa saya bantu?” Sapanya ramah.

“A-aku ada perlu dengan Cho Kyuhyun.” Jawabku dengan sedikit terbata.

“Oh, Tuan Cho Kyuhyun? Beliau tinggal di lantai 13 nomor 069.”

Sepertinya laki-laki itu cukup terkenal di apartemen ini, sampai-sampai wanita itu langsung menyebutkan tempat apartemen Kyuhyun tanpa perlu mengeceknya terlebih dahulu.

“Aa… terima kasih. Kalau begitu saya akan langsung ke sana. Sekali lagi terima kasih atas informasinya.” Kataku sambil membungkukkan badan.

“Ne, sama-sama, Nona.” Jawabnya masih dengan tersenyum.

Aku lantas berjalan menuju lift untuk naik le lantai 13 tempat apartemen Cho Kyuhyun berada. Setelah sampai di lantai 13, aku segera mencari apartemen nomor 069.

Suasana di tempat ini masih sangat sepi. Hanya aku yang berjalan di lorong panjang ini. Kupikir itu wajar, mengingat ini memang masih sangat pagi. Orang-orang di apartemen ini pasti masih betah berlama-lama di kasur mereka yang empuk dan nyaman. Berbeda dengan orang-orang di desa. Dulu saat aku masih berada di desa, pada jam-jam ini orang-orang sudah ramai keluar dari rumah untuk pergi bekerja dan melakukan kegiatan lainnya. Para orang tua akan pergi bekerja ke pasar atau pun ke sawah dan ladang. Kebanyakan masyarakat di desaku memang bekerja sebagai pedagang dan petani. Tapi tak sedikit juga yang memilih untuk pindah ke kota dan mencari penghidupan yang lebih layak di sana. Seperti halnya Ji Hye, sahabatku. Dan juga aku, meski bukan kemauanku sepenuhnya.

Akhirnya aku sampai di depan pintu apartemen 069. Benarkah ini apartemen Kyuhyun? Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak keras lagi? Aku merasa gugup. Ragu apakah akan mengetuk pintu di depanku ini atau tidak. Kugigit bibir bawahku dan kumainkan jari-jari tanganku. Kegugupan dan keragu-raguan itu melebur menjadi satu. Astaga.. Kenapa aku bisa jadi segugup ini? Aku kan hanya akan bertemu dengan Cho Kyuhyun, laki-laki sombong dan tidak berperasaan itu. Bukannya Presiden Korea Selatan. Tapi kenapa aku malah segugup ini? Aish, hentikan So Eun, hentikan! Apa kau bodoh? Untuk apa kau seperti ini? Dia itu kan laki-laki sombong yang selalu menghinamu. Jadi untuk apa kau takut? Kau harus berani, So Eun. Kau harus tunjukkan padanya kalau kau bukanlah seorang pengecut!

Benar. Aku harus tunjukkan padanya kalau aku bukan seorang pengecut. Aku tidak akan kalah begitu saja darinya. Meskipun hatiku mengatakan kalau dia merencakan sesuatu dibalik semua ini, aku harus terus maju. Aku tak boleh kalah darinya. Aku tak akan membiarkan diriku bertekuk lutut mengakui kesombongannya itu. Hah, tidak akan pernah, Cho Kyuhyun!

Setelah menarik nafas cukup dalam dan menghembuskannya dengan cukup keras, aku lalu mengangkat sebelah tanganku untuk mengetuk pintu di depanku ini. Baru saja aku hendak mengetuknya, tiba-tiba pintu itu terbuka dari dalam dan saat itu pula aku melihat sosok laki-laki itu. Dengan wajah khas bangun tidur dan rambut yang sedikit acak-acakan dia berdiri dan menatapku.  Dia memakai kaos putih lengan pendek serta celana pendek selutut. Aku terdiam menatapnya tak berkedip. Ya Tuhan, bahkan saat bangun tidur pun dia masih terlihat setampan ini. Kurasakan jantungku kembali bekerja secara tak normal. Dadaku rasanya jumpalitan tak karuan. Aku merasa sulit bernapas. Seakan oksigen di sekitarku menipis secara mendadak. Aku tak tahu kenapa bisa begini. Sementara dia terus menatapku dengan mata beratnya, terlihat masih mengantuk. Lalu dia menguap lebar dan setelah itu menggaruk tengkuknya.

“Ah, kau rupanya. Kupikir siapa. Ayo masuk.” Katanya padaku

Dia lalu berjalan mendahuluiku dan setelah itu langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Aku lalu menyusulnya ke dalam dan kembali aku dibuat terkagum-kagum dengan kemewahan apartemennya. Benar-benar mewah. Aku merasa kembali seperti orang bodoh menatap ke seluruh sudut apartemen Cho Kyuhyun.

 

 

Apartemen  Kyuhyun didominasi oleh warna putih. Berbeda dengan ruang kerja di kantornya yang terlihat lebih klasik, kali ini apartemennya justru terlihat sangat modern, ditambah dengan interior rumah yang cantik dan elegan.

“Ya, kenapa kau masih berdiri di situ? Cepat ke sini!” Katanya sedikit membentak. Mengagetkanku saja. Aku lalu mendekat kepadanya.

“Duduk.” Perintahnya.

Setelah aku duduk, dia lalu meneruskan perkataanya.

“Dengar, Kim So Eun. Aku tidak akan menjelaskan panjang lebar padamu. Jadi kau harus mendengarkanku baik-baik, dan kau tak boleh memotong penjelasanku sebelum aku selesai bicara. Mengerti?” Tanyanya dengan mengangkat kedua alisnya.

“O-o. Arasseo..” Jawabku.

“Oke. Jadi pertama-tama aku akan menjelaskan padamu mengenai  apartemenku ini. Aku hanya tinggal sendiri di sini. Apartemenku ini sebenarnya ada dua kamar, tapi kamar yang satunya lagi sudah aku alih fungsikan menjadi ruang kerja. Yang di sebelah sana adalah kamarku, sedangkan yang ini adalah ruang kerjaku” Dia menjelaskan sembari menunjuk letak kamar dan ruang kerjanya. “Lalu itu dapurnya.” Katanya seraya menunjuk  letak dapur yang juga di dominasi warna putih. Aku hanya mengangguk-angguk saja mendengar penjelasannya.

“Kalau kau mau ke kamar mandi, letaknya ada di sana, di sebelah ruang kerjaku. Selebihnya kurasa tak perlu kujelaskan. Ingat, aku paling tidak suka melihat ada debu yang menempel sedikit saja di apartemenku ini. Jadi pastikan apartemen ini bebas dari debu setiap harinya. Dan kalau sampai ada barang yang rusak atau pecah karena keteledoranmu, maka aku akan memotong gajimu sebagai ganti rugi barang yang kau rusakkan—“

“Mwo?? Kenapa bisa begitu?” Protesku padanya. Aku tak peduli walaupun tadi dia sudah menyuruhku untuk tidak memotong penjelasannya. Ini tidak bisa diterima. Mana boleh dia memotong gajiku seenaknya.

“Wae?? Itu memang sudah seharusnya begitu.”

“Andwae. Tidak bisa begitu. Lagipula aku tidak akan mungkin dengan sengaja memecahkan barang-barangmu. Dan aku bisa jamin, kalau barang-barang di apartemen ini tidak akan ada yang pecah ataupun rusak selama aku bekerja di sini.” Sanggahku cepat.

“Aaa.. Begitukah? Kita lihat saja nanti. Kalau sampai ada barang di rumah ini yang pecah atau rusak karena ulahmu, maka aku akan langsung memotong gajimu. Arasseo?” Katanya dengan senyum mengejek.

“Aish. Terserah dirimu saja.” Jawabku kesal. Sial. Dia pasti sudah merasa di atas angin sekarang. Bisa kulihat dari senyum puas yang tersungging di bibirnya. Laki-laki ini benar-benar mengajakku perang ternyata.

***

“Haaaahh.. Benar-benar melelahkan.”

Aku menjatuhkan pantatku di sofa empuk milik laki-laki sombong itu. Kusandarkan tubuhku di sandaran sofa ini, dan meluruskan kaki-kakiku yang rasanya akan terlepas kalau aku tidak segera mengistirahatkannya. Peluh bercucuran dari dahiku, dan dapat kurasakan juga punggungku sudah basah karena keringat. Bayangkan, aku harus membersihkan apartemen sebesar ini seorang diri. Memastikan kalau tidak ada debu yang menempel sedikitpun di setiap sudut ruangan. Dan setelah itu, aku juga harus mencuci dan menyetrika semua baju kotor laki-laki itu. Hah, dia benar-benar menyebalkan. Aku tahu, di apartemen semewah dan sebesar ini, pasti sudah ada jasa yang bertugas membersihkan apartemennya, juga jasa laundry yang akan mencuci dan menyetrika baju-baju mahalnya. Lalu apa untungnya menyuruhku bekerja sebagai pelayan pribadinya? Ah tidak tidak. Aku lebih tepat disebut pembantu rumah tangganya. Sekarang aku benar-benar yakin, tujuan utamanya menawarkan pekerjaan ini kepadaku tak lain adalah karena dia ingin menyiksaku saja.

Sudahlah. Daripada aku terus memikirkan laki-laki itu, lebih baik aku segera memasak makan siang untuknya. Bisa-bisa dia marah kalau aku sampai telat mengantarkan makan siangnya.

***

“Ji Hye-ya..” Sapaku pada Ji Hye saat sampai di meja kerjanya. Ji Hye mengangkat wajahnya dan menatapku dengan tersenyum.

“Kau sudah datang, So Eun. Aigoo, kau terlihat kelelahan sekali. Aku benar-benar masih tidak menyangka kalau kau mau menerima pekerjaan ini.” Kata Ji Hye. Dia terlihat kasihan kepadaku. Aku memang sudah menceritakan semuanya pada Ji Hye mengenai hubunganku yang kurang baik dengan Cho Kyuhyun. Begitu pula dengan tawaran Kyuhyun yang memintaku untuk menjadi pelayan pribadinya (yang lebih tepat disebut pembantu). Awalnya Ji Hye berniat memprotes pada Kyuhyun mengenai jenis pekerjaan yang diberikannya padaku , yang Ji Hye anggap tak masuk akal. Tapi aku mencegahnya melakukan itu. Aku tidak mau disebut tukang ngadu oleh laki-laki sombong itu. Itu sama saja artinya dengan aku mengakui kelemahanku. Alhasil, Ji Hye pun mengurungkan niatnya untuk protes, dan lebih memilih untuk mendukung dan menyemangatiku. Ya, saat ini memang hal itu yang aku butuhkan. Aku tersenyum kecut membalas ucapan Ji Hye barusan.

“Yaa. Jangan cemberut begitu. Mana So Eun yang dulu kukenal? Yang tidak mudah menyerah dan selalu bersemangat kalau bekerja?” Kata Ji Hye yang mulai membaca keletihanku. Entahlah, kenapa aku sekarang merasa kalau aku akan kalah dari Kyuhyun? Semangat yang tadi pagi aku dengung-dengungkan, entah menguap ke mana. Padahal ini baru hari pertama aku bekerja. Bagaimana dengan hari-hari selanjutnya? Aish, menyebalkan!

“So Eun-ah, jangan mau kalah dari Kyuhyun. Meski sebenarnya aku tak memihak salah satu di antara kalian, tapi aku juga tidak mau sahabatku yang satu ini langsung kalah di ronde pertama. Kau mengerti kan maksudku?” Tanya Ji Hye.

Aku tersenyum mendengar kata-katanya. Hahahaha, jadi Ji Hye juga berpikir bahwa ini tak hanya masalah pekerjaan, tapi juga pertempuran antara aku dan Cho Kyuhyun. Kau memang benar-benar jeli  Ji Hye. Dia benar, aku tak boleh kalah dengan mudah dari Kyuhyun. Ini hanya baru awalnya saja. Aku harus tetap semangat.

“Terima kasih, Ji Hye. Kau memang sahabatku yang paling baik.”

“Tentu saja. Memang sahabatmu siapa lagi selain aku?”

“Aish, kau ini. Ya sudahlah. Aku masuk dulu. Bisa-bisa aku tidak jadi mengantarkan makanan untuknya karena terlalu asyik berbicara denganmu.” Kataku pada Ji Hye dengan tersenyum.

“Hahaha .. Arasseo. So Eun-ah, hwaiting!” Katanya sambil mengepalkan kedua tangannya memberiku semangat. Aku hanya membalasnya dengan senyum lebar, lalu masuk ke dalam ruangan Cho Kyuhyun.

Baru saja aku masuk ke ruangannya, tapi dia sudah langsung berkata pedas kepadaku.

“Yaa, kenapa kau lama sekali? Aku sudah sangat lapar dari tadi” katanya tanpa menoleh padaku. Pandangannya masih fokus pada dokumen-dokumen yang ada di depannya. Kalau memang dia kelaparan, kenapa tidak menyuruh karyawannya saja untuk membelikannya makanan? Kenapa harus menunggguku? Ck, benar-benar aneh.

Setelah sampai di hadapannya, aku lalu meletakkan bekal yang sudah kumasakkan untuknya. Barulah saat itu dia mengalihkan pandangannya ke arahku.

“Apa kau sengaja ingin membuatku mati kelaparan?” Tanyanya dengan raut wajah kesal.

“Aisshh. Aku hanya telat beberapa menit. Bagaimana mungkin itu akan membuatmu mati kelaparan?!” Kataku kesal karena ikut terbawa emosi. Aku lalu duduk di depannya.

“Apa seperti ini caramu bersikap pada majikanmu? Hah, baru kali ini aku bertemu dengan orang sepertimu.” Katanya. Aku tahu dia pasti makin kesal padaku. Biarkan saja. Asal kau tahu saja Kyuhyun. Jangan berpikir karena sekarang posisiku sebagai pembantumu, bukan berarti kau bisa mengaturku semaumu. Membuatku menjadi bersikap baik padamu. Cih, jangan harap!

“Sudahlah. Bukankah kau bilang hampir mati kelaparan? Cepatlah makan, sebelum apa yang kau katakan menjadi kenyataan.” Kilahku.

“Aku tidak pernah bilang hampir mati kelaparan. Aku bilang aku sangat lapar. Dan ini semua gara-gara kau, Kim So Eun!” Bentaknya padaku.

Aish, dia semakin berani membentakku sekarang.

***

 

Cho Kyuhyun, kau benar-benar membuatku kesal. Setelah puas membentakku, sekarang kau menyuruhku pergi ke sana ke mari untuk membelikanmu ini itu. Bayangkan saja, dia meyuruhku pergi untuk membelikannya ayam di tempat yang lumayan jauh dari kantornya untuk ukuran pejalan kaki sepertiku. Lalu setelah aku datang dan memberikan pesanannya, dia kembali meyuruhku pergi membeli kopi di byuldabang, atau yang lebih terkenal di luar dengan nama Starbucks. Orang korea memang biasa menyebut Starbucks dengan sebutan byuldabang. Byul artinya bintang, sedangkan dabang artinya warung kopi.

Setelah aku kembali lagi dari membeli kopi, tiba-tiba dia berkata kalau dia sedang ingin memakan pizza.

“Ah, dan jangan lupa membeli buah juga untuk pencuci mulut.” Katanya enteng.

Oh Tuhan.. Cho Kyuhyun, kau benar-benar membuatku jengkel! Memang perutnya sebesar apa sih sampai muat memakan semuanya sendirian? Apa dia tidak tahu, kakiku rasanya sudah mau patah? Dia benar-benar keterlaluan.

Sekarang aku tengah duduk di sofa ruang kerjanya. Melihat dia dengan lahapnya menyantap semua makanan yang kubelikan tadi, tanpa repot-repot menawarkannya kepadaku. Cih, benar-benar pria sombong dan tak berperikemanusiaan. Bagaimana mungkin dia bisa makan dengan lahap dan membiarkan aku yang kelaparan hanya menontonnya makan? Aku terus menatapnya dengan sebal. Sementara dia tetap cuek, tak mau menoleh sedikitpun ke arahku. Tapi bisa kulihat sudut bibirnya yang membentuk senyuman kecil. Dia pasti sedang menertawakanku sekarang. Merasa berhasil telah mengerjaiku. Ya, kuakui hari ini kau memang berhasil mengerjaiku, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Lihat saja, suatu saat akan aku balas kau, Kyuhyun!

***

Tak terasa sudah seminggu aku bekerja untuk pria sombong itu. Dan sejauh ini aku masih bisa bertahan dengan semua tingkah menyebalkan laki-laki itu. Untung saja ada Ji Hye yang terus member semangat untukku. Kalau tidak, mungkin aku sudah memilih untuk mencari pekerjaan lain saja, daripada terus menjadi budak Cho Kyuhyun. Tapi setiap aku memikirkan hal itu, bayangan ibu selalu muncul. Kalau aku mencari pekerjaan lain, belum tentu aku akan segera mendapatkannya. Apalagi mengingat usahaku mencari pekerjaan yang sia-sia sebelum bekerja pada Kyuhyun. Aish, bayangan saat aku dipermalukan oleh manager botak itu kembali terlintas di kepalaku. Itu benar-benar memalukan. Aku sangat malu saat itu, terlebih lagi pada Kyuhyun. Dan aku baru ingat, aku bahkan belum mengucapkan terima kasih kepadanya karena dia telah menyelamatkanku dari manager botak itu.

Sudahlah, kurasa dia juga tidak membutuhkan kata terima kasih dariku. Baginya, menyiksa dan mengerjaiku lebih menarik dari sekadar ucapan terima kasih. Bahkan hari ini pun aku dipaksa ikut lembur olehnya karena dia  harus menyelesaikan beberapa dokumen hari  ini juga. Yang aku herankan adalah, dia yang lembur tapi kenapa aku juga harus ikut menungguinya lembur? Ji Hye saja sudah di suruhnya pulang, kenapa aku yang tak ada kepentingan apa-apa dengan pekerjaannya malah ditahan di sini?

“Supaya aku tak perlu susah-susah kalau aku butuh sesuatu.” Begitu katanya.

Hah, alasan! Nyatanya aku hanya jadi patung semalam di ruangannya karena selama dia menyelesaikan pekerjaannya, dia sama sekali tak menyuruhku apapun. Kecuali mengambilkannya kopi, itu saja. Selebihnya aku hanya duduk diam di sofa empuk ini. Tak tahu harus melakukan apa.

“Apa kau butuh sesuatu?” Aku memecah kebisuan di antara kami. Aku tidak bisa terus begini. Harus ada yang kukerjakan. Kalau tidak, rasanya aku akan mati kebosanan di tempat ini. Dia mengangkat kepalanya dari dokumen yang dipegangnya. Menatapku dengan datar, lalu menyuruhku mendekat. Aku tersenyum simpul. Itu artinya dia akan menyuruhku melakukan sesuatu dan aku tidak jadi mati bosan karenanya. Aku lalu berdiri dan melangkah ke arahnya. Duduk lama-lama membuat pantatku sakit ternyata.

Aku menunggu perintah darinya. Dia masih terus menatapku lama. Apa dia sudah kehabisan akal untuk menyuruhku?

“Duduklah.” Katanya.

“Ye?” Tanyaku tak mengerti. Aku menunggu perintah darinya untuk mengerjakan sesuatu, tapi kenapa dia malah menyuruhku duduk?

“Apa kau tuli? Aku menyuruhmu duduk, Kim So Eun.”

“O-Oh. Baiklah.” Kataku akhirnya. Mungkin perintahnya kali ini agak panjang, jadi dia menyuruhku duduk.

Lima detik. Sepuluh detik. Lima belas detik. Aku menunggu-nunggu dia berbicara padaku, tapi yang ada dia justru kembali memfokuskan dirinya pada dokumen di depannya. Lalu untuk apa aku disuruh duduk di sini?

“Ya, Kyuhyun-ssi. Kenapa kau diam saja?” Tanyaku akhirnya. Tak tahan dengan sikap diamnya.

“Lalu kau mau aku berkata apa?”

“Ya terserah, apa saja. Dari tadi aku menunggu perintahmu, tapi kau malah kembali mengerjakan kertas-kertas itu.” Kataku sebal.

“Bukankah tadi aku sudah memerintahkanmu untuk duduk. Jadi  perintah apalagi yang kau tunggu?”

“Mwo? Jadi maksudmu aku harus terus duduk di sini tanpa melakukan apapun?” Kataku tak habis pikir.

Dia hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan.

“Mwo? Yang benar saja! Lebih baik aku kembali ke tempatku tadi, daripada aku harus duduk di depanmu begini.” Kilahku hendak berdiri dari kursiku, tapi langsung ditahan olehnya.

“YA, tetap di situ. Kalau aku bilang kau harus duduk di sini, berarti kau memang harus duduk di sini. Jangan coba-coba membantah. Mengerti!” Katanya sok tegas.

Haaaahhh.. Baiklah, Kyuhyun. Kau memang rajanya dalam hal menyiksaku. Kau benar-benar tahu bagaimana membuatku kesal.

***

Aku harus pulang larut malam hari ini. Badanku rasanya pegal sekali. Duduk berjam-jam di hadapan laki-laki itu benar-benar membuatku kesal. Aku jenuh hanya duduk saja. Setiap kali aku berniat berdiri dan melonggarkan sendi-sendiku yang kaku, dia langsung melotot ke arahku. Ck, menyebalkan.

Aku pulang ke rumah jam sebelas malam. Semoga saja ibu tidak cemas menungguku di rumah. Saat ini aku sedang berada di dalam mobil bersama Kyuhyun. Dia berbaik hati mau mengantarku pulang. Setidaknya, ada satu hal baik yang dia lakukan kepadaku hari ini.

Akhirnya aku sampai juga di rumah. Aku sudah menyuruhnya untuk menurunkanku di depan gang saja, tapi dia memaksa untuk mengantarku sampai ke depan rumah. Dia bilang supaya dia tak repot-repot mencari rumahku nantinya kalau ada apa-apa. Benarkah?

Setelah turun dari mobilnya, aku lalu berjalan untuk masuk ke dalam rumah. Sebelum menaiki tangga kecil di depan rumahku, dia memanggilku kembali. Mau tak mau aku kembali menolehkan wajahku ke arahnya.

“Wae?” Tanyaku.

“Tidak ada. Hanya ingin mengingatkanmu, istirahatlah yang cukup.” Katanya.

“Ck, tanpa kau suruhpun aku akan langsung tidur dan istirahat setelah ini.” Kataku kesal.

“Hahaha, baiklah kalau begitu. Selamat tidur. Jangan lupa memimpikanku malam ini.” Katanya dengan senyum manis. Dan setelah itu dia langsung melajukan mobilnya meninggalkan aku yang terbengong dengan kata-katanya barusan.

Mwo? Apa dia bilang? Memimpikannya? Cih, tidak akan!

Aku lantas berbalik untuk masuk ke dalam rumah, tapi aku dikagetkan dengan kehadiran ibu di depanku. Dia menatapku dengan dingin. Terlihat sekali dari tatapannya kalau dia sedang marah. Benar-benar marah.

“Siapa laki-laki itu?”

 

TBC

 

mian chingu, ff ini baru bisa aku update sekarang. dikarenakan satu dan lain hal. oh ya, minal aidin walfaizin ya.. mungkin sedikit terlambat, tapi nggak apalah, daripada nggak ngucapin sama sekali kkkk😀

dan makasi banget buat kak shane yang udah terus support aku buat lanjut ini ff. makasi juga buat temen2 yang udah luangin wktnya buat comment dan like🙂

sedikit bocoran aja ya, di part2  berikutnya bakal muncul tokoh2 sebelumnya belum pernah muncul di ff ini. so, ikutin terus ya ffnya.. ;D

33 pemikiran pada “Loving You (Part 4/?)

  1. seru + kocak bca ni ff

  2. Deg,,wuaa ibu-ny sso slh pham tuu tng buu sso berada ditangan yg bnr bos,kaya,baik,tampan lgi krg apa cb?cm sm2 blm slg mnyadari prsaan cnt mrka sj,,msh sm2 gengsi n keras cie but kocak dgn tgkh mrka bkin seru,,dtggu lnjut-ny🙂
    Minal Aidin Jg🙂

  3. Kyaaa… Ffx keren..
    Q suka sma karakterx mereka berdua.. Sma2 kocak..
    Hati2 lhoo.. Klo banyak berantem. Lma2 suka nanti. Wkwkw.
    D tunggu klnjutanx Chingu jngan lama2 ne? Fighting!!

  4. Hhhhhhhhhhhhhaahhhhahhaa….yeahhhhh:* puuuaaaaaaassss akhirnya sso jd pelayan pribadiii kyupil ghghh ,lanjutkan kyu bantaaai aja soeun ckckk bantai hati nya maksudnya ghgh (y)
    Tingkah KyuSso make me crazy…aaaa seneng bangettt, TengKyu chagiya …kaakk doakan inspirasinya terus ngalir+langsung update part 5 uhuy (y) :*!! Kali ini nyari ilhamnya jg d pasar yak d apotik ajo ghgh *plakk*

    ^^
    Bener2 dah kyu ..puas bgt ngerjain sso … Pdhall q rsa jauh dri lubuk hati kyu ..semata2 mau berdekatan sm sso alias g mau pisahh *i hope so* lanjutkaan kyu ~
    Selalu_selaluuuuu….pengen liat aksi kyuSso selanjutnya …TBC nya bikin greget !! Gmna yaa klo ibu sso murka trus g ngijinin sso kerja or sso punya alasan sendiri buat bilang ibunya ????

    Trus siapa tu casts2 yg bakal bermunculaaan hmmm !!berharap saingan kyu bs nonggol ghghghh

    Mifta @ kakak seneng bangedd bc loving u part 4 ..happy😀 +bravo+perfect :*, tengKyu dik udh d update….lanjutkaaan ~ *ikut berdoa breng Kyu*

    Cmunguthhh :*

  5. lllaaannjjjuuttt keren onni penasaran nih sso onni mau diapain ma eomma nya haha kyupa kejem banget sih

  6. Akhir.y … Ff yg aku tunggu tunggu nongol juga…..
    Hahah,, ngakak juga bacaa ekspresi.y sso pas tau kyuhyun adalah direktur perusahaan…. Mana sso smpat gk percaya lagii,,
    aduh bang kyu,,itu mah bukan pelayan pribadi,, itu lebih tepat.y ngejadiin sso pmbantu… Hmm bnar2 tega yah.. Tpi lucu jga sih,,
    ngakak juga tdi waktu kyuhyun liat nilai d.ijazah.y sso.,awal.y aku pkir wak2 kyu kaget,nilai.y sso bagus,,trnyata sbalik.y … Hahahah….XD
    Waduhh,,ibu.y sso ngeliat kyu ngantar sso,. Apakah soeun bakal d.omeli..??penasaran banget,, next part.y jangan lama lama yahh…. ;D
    minal aidzin walfaidzin juga..🙂

  7. segera lanjut ya eon, ahahahhahaha
    romantisnya jailnya kyu

    mana ada coba maid 24jam rumah-kantor g2, pasrah amat sso eoni
    hihihi
    smga mereka makin cinta😀

  8. Akhirnya, , muncul jg ni ff. .🙂
    Kreen chingu. . ;
    Kasian so eun d kerjain mulu sm si evil, , tp kocak. .😀
    Aq tunggu kelanjutanny, , jngan lma2 y chingu. .🙂
    Fighting!!!!

  9. “Sampai kapan kau akan berdiri di situ dan membiarkanku hanya menonton punggung kurusmu dari sini?”
    Heyyyy…. Epillll kau juga lebih kuruss tau…. Ckckkc DasaR…!!!!!!

    “Kuakui, dia memang sedikit berbeda dari yang lainnya. Ditambah lagi dengan otaknya yang sedikit rusak.”
    Sumpah yahhh… ∂ķΰ di bwt ngakak bca lini Ĭηĭ …😀

    Ckckkc…. Ƴɑ̤̥̈̊ ampunnnnn ituu kyu bener2 terkabul deh ke inginannya untuk ngerjain Sso…😀

    Eciieee….. Moduss tuh kyu_mau balas dendam tapi inyinya biar ϐïśª deket2 terus tuhh ma Sso…. :ƪ(ړײ)ƪ

    Aigooo…. Sumpah yah_kyu itu lancarrr bangettt kalo udah jelasin tugas2 Sso…
    Kayak ηγά̲̣̥ menikmati banget gtu_ngeliat wajah Sso Ϋά̲̣̥ηġ udah melongo dengerin tugas2nya….. Hhhhhh #poor Sso#

    Nahlhoooo…….apa yang akan di katakan Sso yah?????

    Makinnn seruuu nih_apa ƪάğί tingkah 2manusia Ϋά̲̣̥ηġ sama-sama berisik “KyuSso” ekekkekke

    Ehh…. Nexttt part ηγά̲̣̥ akan ªԃª tambahan cast????
    Emmmmm…… Mau mempertimbangkan donghae kah???🙂
    Tapi kalo Ĵåϑΐ pihak ke-3 dan bakal patah hati_jangan aza deh….ekkekke #haeSso shiper kumat#. :Ð

    Okeyyy… Miftaaa…. Iniii tambah kerennn_jalan ceritanya ringan tapi tidak membosankan dan pastinya makin seru… (y)
    Nextttt partttt nya_berharap segera… Ehehhe

  10. Hwuahahahahahaha Perang di mulai nich, ckckck Sso bisa banget tuh membalik keadaan hingga Sang pemilik perusahaan yang membutuhkannya, kaja kaja di Post lagi gimana tuh Nasib Sso selanjutnya

  11. waah minal aidin jg thor
    akirnya part 4nya mncul jg
    nmbah seru critanya kyusdo brantem terus nih tpi lucu keke
    pnsran dgn next partnya thor dtnggu yah

  12. Kasihan Sso eonnie😥

    ckckckckck Kyu gak dimana-mana Evilnya keluar terus~

    beuhhhh….
    Ada apa dengan Eommannya Sso eonnie??
    Pliss deh Bu.. Jgn cerewet sama Sso eonnie….. !!

  13. Wuahh makin seru ffnya, sso-unnie kasian bener dijahilin sama kyuppa =D yg sabaar ya sso-unnie o:) kekeke~
    Eommanya sso marah sama sso ya? Kasian sso unnie😦 makin penasaran sama lanjutannya eon😀
    Lanjut eon (y) Fightiiing!!

  14. Aku penasaran knapa ibunya sso koq dingin ke sso ??

    Ajhh kyu emang evil tpi bikin gemes😉

  15. kerennn, hahaha kocak & lucu, ku tunggu kelanjutannya, jangan lama2 ya ngepostnya ya,hehehe

  16. huaaaa .. ini ff akhirnya di post juga ..udah lama bangett loh gw nunggu thor :p ceriitanya makin keren ..feelnya dapett bangett😀
    next part yah thor jgn2 lama2 soal.a udah penasaran sama kelanjutannya ..okee🙂 fighting😀

  17. woahh kyuppa tingkat ke-evilan nya makin menjadi-jadi yaa, aigoo masa Sso eonni dijadiin pembantu siihh mana dikerjain abis”an lagi ckck~ #poorSsoeonni

    kira-kira kenapa yaa eomma nya Sso eonni marah bangett liat anaknya dianter laki-laki ? Makin penasaran sama ceritanyaa, ditunggu next partnya thor, FIGHTING🙂

  18. Waaah ff nya mkn sru za,, yg sbr ya sso dlm mnghdpi k evilan bang kyu nya,, haha bang kyu kliatan nya gak mau jauh” dri uri sso smpe” lmbur pun hrs d temani wlpn sso nya cm duduk doank hehe dsr bang kyuvil,, d tgu next partnya fighting ^^

  19. Kyu ppa,,!!
    Daebakkkkk
    ku suka m cri mu spy bs dekat m so eun eonni,,
    kikiki

    nah lo..
    Eomma so eun eonni dh mulai perhatian nih,,,
    pi kyk’y g semudah itu deh,,,
    pasti dia ngira klu so eun eonni jd yeoja yg tk benar,,,
    hbs pulang’y mlm2 sih,,,,,

  20. ibuny sso pst ngira yg gak2……

  21. Huaaaa akhirnya setelah di tungu lama,,ff favoritq dipost jga…gomawo eonni….
    Makin seruuuu aja ceritanyaaa……evil benar2 buat sso menderita hhahahaah……spertinya beni beni cinta belum tumbuh sudr antara mrka hhahaah…
    Supoerrr ,,daebakkk eon…ga sabar next partnya……cpt dipost ya eon

  22. super keren ceritanya , kyusso lagi perang lucu skali , ini mah couple favorite ku , kyu tega amat sm sso , dan sso lucu dan polos bgt . jujur ini ff bener2 ak nantikan dan paling keren ceritanya spt drakor , sampai2 kepikiran terus utk baca lnjtnnya , author 2 jempol utk kamu .
    di tunggu next partnya …jangn lama2 ya , soalnya dah sehati sm ceritanya ,
    fighthing

  23. Wah, ibu nya sso eonni bener bener marah . .
    Lanjut ne author

  24. huaa….akhirnya di lanjutin lg part 4nya🙂
    Ckckckckc…..kyuhyun oppa evillll!!!!!!!!! banget sama Sso eonni -_-
    Sso eonni Fighting!!! jangan pantang menyerah ne melawan kyuhyun oppa #eh
    wah, eommanya Sso eonni kayanya marah bnget nih….
    next…next…
    fighting!!

  25. hahahahaha kyusso emang koplak, part selanjutnya jangan lama2 yah

  26. Sebenarnya agak sdikit bosen karna dialognya cm dikit , kbanyakan ceritanya .tapi bagus kok🙂
    Part slanjutnya cepetan ya🙂

  27. Kasihan Sso dia dikerjain abis2an oleh si evil kyu
    ups eomma Sso marah😦
    ditunggu next part eon

  28. Wahhh akhirnya dlnjut…
    Aduhh kyu kasian so..tp gpp so sweet bgd sihhh..seruuuuuu
    Nambah penasarannnnnnnn..
    Dtunggu next part`y..^^

  29. Kkwkwkwkkw,,,bner2 raja evil ne org,,,msak sech sso dsruh jd plyan prbdi,,,blg j mo sllu dkt2 ma sso,,,,
    mnal aidhil wal faizin jg chingu,,,,,

  30. Hay saya telat komen ya, maaf.
    Kayanya hampir di setiap ceritamu selalu make Pov. Rasanya aneh kalo semua cerita selalu dua tokoh utama yg bicara, harapan saya fic depan kamu coba di alog kamu sendiri. Walau setengah bagian atau sedikit

  31. Wah, keren..
    Kyuppa g dmana mana, dan apa pun peran na tetep eviL na g ketinggaLan..
    Uda mendarah daging sich..
    “̮ ώκ°ώκ (′▽`) ώκ°ώκ “̮

    Kasian uri Soeun, harus d buat keseL Lair batin ama Kyuppa..
    Gemes banget ngebanyang’in muka jutek, muka bete na Soeun ama muka jaiL na Kyuppa..
    d nanti pasrt 5 na thor..o(*^▽^*)o

  32. Wahh ,, Kyu modus ! Pelayan pribadi ? Hha~
    ahh ,, kpan mreka akur sih ?? Tiap ktmu , pasti ky’ tom & jerry ..😄
    Bt , itu ky’x mmbwt bekas tersendiri buat KyuSso kali yaa ??
    Jihye emng sahabat paling baik . Sllu menyemangati Sso buat smw’x ..
    Ahh ,, eomma’x Sso knpa bgtu amat sama Sso sihh ? Apa yg sbnr’x udh dilakuin Sso smpe eomma’x ky’ gitu yaa ??😦
    Bt Sso sllu mikirin eomma’x dgn baik . Smpe dy mnerima jd pelayan Kyu demi eomma’x .. Terharu .. Hikz😥
    Kalo gitu lgsg cuss ke part 5 yaa , thor .. ^^

  33. kejam sekli tuh kyuhyun mengerjai kim so eun,tapi seru banget ceritanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s