Loving You (Part 2/?)


Title : Loving You

Cast : Kim So Eun, Cho Kyuhyun

Other Cast : Park Ji Hye (OC), dll.

Genre : Romance

Author : CloudStarMoon

Length : Chaptered (2/?)

mian chingu, baru bisa lanjutin sekarang. kemarin2 aku sibuk ngurus banyak hal soal kuliah, maklum calon mahasiswa baru kkkk. ya udah deh, langsung aja di cek ya. mian, part yang satu ini pendek banget. soalnya susah banget mau nuangin ide ke dalam cerita itu. yah namanya juga author abal2. oke, buat penyemangatku untuk lanjutin ini cerita, jangan lupa VOMMENTnya ya… kalo vote dan commentnya banyak, aku jadi semangat buat lanjutin, kalo aku semangat, ide2ku bakal gampang keluar, kalo ide2ku gampang keluar, itu artinya makin cepatlah aku bakal post kelanjutannya, wkwkwkwk..

Kim So Eun POV

“Mwo?? Jincha? Dia mengataimu seperti itu?” Ji Hye membelalakkan matanya, tak habis pikir. Selama ini yang dia tahu, karyawan-karyawan di perusahaan tempatnya bekerja adalah orang-orang yang baik dan ramah, mungkin pengecualian untuk bosnya. Mengingat betapa senangnya si bos tampan itu memarahi para karyawannya. Selama Ji Hye bekerja di perusahaan itu, dia belum pernah mendengar adanya perkelahian antarkaryawan di sana. meskipun dia terbilang baru di Star Group, tapi Ji Hye bisa  beradaptasi dengan sangat cepat dengan lingkungan perusahaan. Terutama dengan atasannya yang merupakan direktur perusahaan itu. walaupun sifat bosnya yang bisa dikatakan cukup keras, tetapi dia bisa langsung akrab dengan orang itu. mungkin karena pada dasarnya Ji Hye sendiri memang memiliki sifat yang hampir sama dengannya.

“Keurae.. Dia bahkan mengataiku pendek dan gendut. Yaa.. menurutmu apa aku seperti itu?” aku bertanya pada Ji Hye. Ingin tahu, apakah yang dikatakan laki-laki itu mengenai diriku benar atau tidak.

Ji Hye memperhatikanku dari ujung kaki hingga ujung kepala. menilai secara keseluruhan. Kedua tangannya disilangkan di depan dada, memandangku dengan gaya menilai layaknya seorang sutradara yang sedang menilai seorang gadis peserta casting untuk  iklan.. baju bekas mungkin? Aisshh.. Aku teringat perkataan laki-laki itu yang mengatai pakaianku yang dia bilang lusuh. Cih, dia pikir dirinya sekeren apa sih? Yaa.. walaupun aku akui memang keren, tapi tetap saja menyebalkan!

Huufft.. Ji Hye menghembuskan nafasnya

“Sedikit.” Jawab Ji Hye singkat. Aku membelalakkan mata setelah mendengar jawaban Ji Hye yang sangat mengejutkan itu. Padahal aku berharap kalau sahabatku ini akan berkata tidak, tapi ternyata…

“Kau sedikit aneh.” Ji Hye mengehentikan lamunanku tadi dengan kata-katanya. Aku  memandang Ji Hye penuh tanya. Apa maksud ucapannya sih?

“Kamu itu aneh, Kim So Eun. Kau cantik, manis, tidak kurus atau pun gendut. Tinggimu juga pas, tidak pendek seperti yang laki-laki itu katakan, tapi.. Hmmm.. lihatlah dirimu. Kau bahkan tidak memakai make-up sedikitpun. Bajumu juga sepertinya sudah sangat lama. Ah, aku ingat, bukankah baju ini baju yang kau beli di pasar bersamaku dulu? Waktu itu sedang ada perayaan karena hasil ladang yang berlimpah tahun itu.” Ji Hye tampak berusaha mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Aku memberenggut kesal karenanya. Bagaimana bisa dia masih mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Aku saja tidak ingat sama sekali di mana aku membeli baju ini dulu. Sifat pelupa ibu sepertinya diturunkan kepadaku. Berbeda sekali dengan Ji Hye yang memiliki daya ingat yang sangat tinggi. Bahkan hal-hal kecil seperti ini pun masih diingatnya hingga sekarang. Tak heran kalau dia sangat disenangi oleh pimpinannya.

“Apa aku benar-benar terlihat menyedihkan?” tanyaku putus asa.

“O. Maka dari itu, sebaiknya rubah sedikit penampilanmu ini.” Ji Hye berkata yakin. Aisshh.. anak ini. Tidak bisakah dia berbohong sedikit? Membuatku kesal saja dengan jawabannya itu.

Tiba-tiba saja lagu She Over Flower milik Yesung Super Junior terdengar mengalun indah dari ponsel milik Ji Hye. Sepertinya ada seseorang yang menelpon. Ji Hye buru-buru mengangkat teleponnya.

“Yeobeoseyo..” baru saja ia menempelkan ponsel di telinganya, Ji Hye langsung menjauhkan ponselnya itu karena seseorang di seberang sana. Aaa.. pasti itu ibunya. Memangnya siapa lagi yang berani berteriak pada Ji Hye selain ibunya?

“Yaa, Eomma. Aku sedang bersama So Eun sekarang. Lain kali saja perginya..” Ji Hye berbicara dengan nada merajuk. Jujur, aku sangat iri padanya. Melihat betapa besar sayangnya bibi kepada Ji Hye. Hufft.. sudahlah. Aku tak ingin memikirkannya lagi.

“Arasseo arasseo.. aku pulang sekarang.” Lalu Ji Hye memutuskan sambungannya. Menghadap ke arahku dengan wajah menyesal. Dia menggenggam kedua tanganku.

“So Eun-ah, mianhae.. aku tak bisa berlama-lama bersamamu di sini. Ibuku memintaku untuk menemaninya berbelanja. Tak apa kalau aku pulang sekarang?” dia bertanya hati-hati padaku. Aku tertawa melihat tingkahnya itu. hahahaha.

“Yaa, Ji Hye-ya. Kau pikir sedang berbicara dengan siapa? Tentu saja aku mengizinkanmu. Toh kita masih bisa bertemu lagi besok,  jadi pulanglah sekarang. Kasihan bibi kalau harus menunggumu lama.”

“Jincha? Kau tak apa kalau aku meninggalkanmu sendirian?”

“Aishh..  kereom.. aku sudah besar Ji Hye, jadi tidak akan tersesat meskipun aku baru beberapa hari di sini, jadi kau tenang saja. Yaa.. palli ka.. (cepat pergi)” aku mengusirnya supaya bibi Park tidak terlalu lama menunggunya.

“Emm, aku akan pergi. Kau hati-hati ya. Kalau ada apa-apa, segera hubungi aku. Ara?”

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala sebagai jawabannya. Mengibas-ibaskan tanganku menyuruhnya segera pergi. Ji Hye berlalu dari hadapanku, dan tinggallah aku sendiri sekarang. Ah, aku baru ingat. Kenapa tadi aku lupa mengatakan pada Ji Hye kalau laki-laki yang mengataiku itu pernah mengantarnya pulang kemarin. Aahhh.. dasar bodoh.

***

Karena tak tahu harus melakukan apa, aku beranjak dari dudukku. Merenggangkan otot-otot yang terasa sedikit kaku karena duduk di sini terlalu lama dengan Ji Hye. Siang-siang begini paling enak makan es krim. Baiklah, kalau begitu aku akan pergi untuk mencari es krim sekarang. Aku berkeliling mencari minimarket terdekat, dan akhirnya menemukannya setelah berjalan tak terlalu jauh dari tempatku tadi. Aku sudah tak sabar ingin mencicipi es krimnya.

Aku duduk di salah satu bangku yang berada di pinggir jalan di luar minimarket itu sambil menikmati es krim yang kubeli tadi. Sepertinya kursi-kursi beserta meja di sini sengaja disediakan untuk pengunjung minimarket ini. Baguslah. Dengan begini, aku tak perlu susah-susah lagi mencari tempat untuk memakan es krimku ini.

Pada dasarnya aku menyukai semua jenis es krim. Bagiku semua es krim sama. Enak dan nikmat. Suatu saat, aku ingin memiliki usaha toko es krim. Jadi kalau aku sedang ingin memakan es krim, aku tinggal mengambil sesuka hatiku, hahahaha.. Aku tertawa puas dengan ide yang ada di otakku tadi.

“Hohoo.. Lihat. Siapa gadis yang sedang makan es krim seperti anak kecil ini?!”

Aku memutar kepalaku mencari-cari sumber suara yang kudengar tadi. Oh.. ternyata dia. Laki-laki kurang ajar itu. Apa yang dia lakukan di sini? Dan apa yang dia bilang tadi? Anak kecil?

“Yaa.. Sedang apa kau di sini?” aku bertanya padanya. Tak lupa memasang wajah sangar di hadapannya. Mengingat kejadian tempo hari selalu saja membuat emosiku naik.

“Kau ternyata masih ingat padaku. Kukira sudah tidak ingat lagi.” laki-laki sombong ini tidak mengindahkan pertanyaanku tadi.

“Ck, kenapa aku harus bertemu dengan gadis udik ini lagi sih?” laki-laki itu menggerutu dengan suara hampir mirip desisan. Tapi karena jarak kami tidak terlalu jauh, aku bisa dengan jelas mendengar kata-katanya tadi. Mwo? Aku berdiri sambil menatapnya dengan penuh emosi. Apa dia bilang? Gadis udik? Berani benar laki-laki ini menghinanya terang-terangan di depannya seperti ini. Huft. Aku menghembuskan nafas kesal. Benar-benar kesal sampai rasanya aku ingin menghajar laki-laki sombong di depanku ini sampai dia tak bisa berdiri lagi. Tiba-tiba saja dia mencondongkan wajahnya ke arahku dekat sekali. Hanya berjarak beberapa senti dariku. Refleks saja aku memundurkan badanku. Tapi sialnya, aku malah menabrak seseorang di belakangku dan.. Oh astaga, es krimku mengenai pakaian orang itu. Sial. Pekikku dalam hati. Orang yang kutabrak tadi adalah seorang ajeossi  botak bertubuh kekar dan wajahnya terlihat sangar luar biasa. Aku langsung bergidik ngeri melihatnya. Matilah aku sekarang. Pria ini pasti sangat marah saat ini. Aku bisa melihatnya dari tatapan menyeramkannya itu. apa yang harus kulakukan sekarang? Aku melirik laki-laki sombong itu dari sudut mataku. Dan anehnya dia malah terlihat tenang sekali, tidak ada rasa takut sama sekali dengan tampang sangar ajeossi di depan kami ini. Dia malah memasang senyuman di wajah tampannya itu, yang lebih terlihat seperti seringaian di mataku. Ajeossi itu kemudian berkata dengan suara mengerang marah kepadaku.

“Yaa, berani-beraninya kau menumpahkan es krim ke bajuku!” Ajeossi botak itu memelototiku terang-terangan, membuat nyaliku semakin menciut. Dengan memasang wajah menyesal aku kemudian meminta maaf padanya.

“Joeseonghamnida, Ajeossi. Saya tadi tidak bermaksud untuk menabrak Anda dan menumpahkan es krim itu ke baju Anda. Ini semua karena laki-laki ini. Tadi dia hendak mencium saya, maka dari itu saya langsung mundur untuk menghindarinya, tapi saya tidak menyadari kehadiran Anda di belakang saya sehingga secara tidak sengaja saya menabrak Anda.” Aku berusaha menjelaskan kepada Ajeossi botak ini sebisaku, meski kuakui ada beberapa dari penjelasanku tadi yang kukarang sesuai pikiran yang terlintas di otakku. Aku melirik laki-laki itu sekilas, dan dia tampak terkejut sekali dengan perkataanku tadi. Hahaha. Aku tertawa puas dalam hati melihat sinar keterkejutan yang terpancar dari matanya. Kembali kualihkan mataku ke arah Ajeossi tadi. Kini ajeossi itu sedang menatap laki-laki angkuh itu dengan tatapan menilai.

“Bagaimana kau akan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat oleh kekasihmu ini?” Kali ini paman botak itu bertanya kepadanya. Aku tersenyum puas karena sekarang justru laki-laki itu yang diserang oleh ajeossi itu. Eh, tapi tunggu dulu. Sepertinya ada yang aneh dengan kata-kata paman tadi. Di mana letak anehnya ya? Ah, kekasih. Tadi paman itu menyebut aku apa? kekasih laki-laki sombong itu? seketika aku mendongakkan kepalaku ke arah paman itu.

“Ajeossi, sepertinya Anda salah paham. Dia itu bukan kekasihku.”

Laki-laki yang telihat sangar itu lalu menolehkan lagi kepalanya kepadaku.

“Bukankah tadi kau bilang bahwa dia hendak menciummu? Aaaahh sudahlah. Aku tidak perduli dengan hubungan kalian. Yang aku mau sekarang kalian memberikan ganti rugi atas semua ini. Kau tau, baju ini sangat mahal harganya!”

Sepertinya paman ini sudah terbiasa berbicara dengan nada keras dan kasar seperti ini. Ckck. Membuatku makin takut saja.

“Ehm. Baiklah. Berapa  uang yang harus saya ganti?” Aku berusaha untuk berdamai dengan ajeossi tadi. Dalam hati aku berdoa semoga saja dia tidak meminta ganti rugi yang besar. Ajeossi botak itu lalu melirik ke arah kami berdua secara bergantian. Lalu mengangkat jari telunjukknya di depan kami. Aaah syukurlah. Aku  langsung bernafas lega melihatnya. Lalu segera saja kukeluarkan selembar uang sepuluh ribu won dari dalam kantongku yang bentuknya sudah lecek dan kusam. Untung saja tadi aku membawa cukup uang sebelum pergi dengan Ji Hye. Aku kemudian menyerahkan uang itu kepada paman itu, tapi paman itu justru melotot marah ke arahku. Apa yang salah?

“Dasar gadis bodoh. Yang kumaksud itu satu juta won, bukan sepuluh ribu won!” dia berteriak kencang di depanku, membuatku ingin menutup telinga saking kerasnya.  Tiba-tiba saja aku merasakan seseorang menggenggam tanganku hangat. Lalu aku mendongak untuk melihat siapa orang itu, dan ternyata dia. Laki-laki sombong itulah yang sedang menggenggam tanganku dengan kuat dan hangat saat ini. Entah kenapa, tiba-tiba hatiku yang tadi ketakutan dengan sikap ajeossi itu menjadi tenang. Merasakan perasaan hangat menjalari hatiku. Aku terus menatap laki-laki itu, penasaran dengan perubahan sikapnya ini. Tapi mata laki-laki itu tidak padaku, melainkan menatap langsung mata ajeossi itu dengan berani.

“Maaf, Paman. Pacar saya  memang tidak sengaja menjatuhkan es krim itu ke baju Anda. Dan kami bersedia untuk bertanggung jawab atas kerugian yang Anda alami. Tapi sepertinya Anda sengaja memanfaatkan hal ini untuk memeras kami. Tapi maaf, kami tidak punya uang sebanyak itu. Lagipula, baju Anda itu bukanlah baju bermerk yang membutuhkan biaya banyak hanya untuk menghilangkan noda es krim di sana. Jadi tidak sepantasnya Anda meminta ganti rugi sebanyak itu.”

Paman itu terlihat  semakin marah dengan perkataan laki-laki sombong ini. Heh, berani sekali dia memancing kemarahan paman botak nan sangar ini. Apa dia mau membuat kami mati sia-sia di tangan ajeossi yang saat ini wajahnya sudah merah padam itu? Ck. Bukannya menyelesaikan masalah, laki-laki ini malah menambah masalah. Lalu dengan tiba-tiba dia menarikku kuat ke belakang. Laki-laki ini menarik sebuah kursi yang ada di dekatnya guna menghalangi ajeossi itu yang mencoba untuk mengejar kami. Alhasil, paman botak itu jatuh terjerembab bersama kursi itu saat hendak mengejar kami. tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, kami segera berlari meninggalkan Paman botak itu. berlari sekencang-kencangnya dengan tangan kami yang saling berpegangan erat. Dadaku berdetak tak karuan. Rasa hangat itu kembali menjalari hatiku ketika merasakan pegangan laki-laki ini menguat di tanganku. Dia berlari dengan tersenyum. Baru kali ini aku melihatnya tersenyum bahagia seperti ini. Senyum yang tulus, bukan senyum mencemooh seperti yang ia lihat di saat pertemuan pertama mereka dulu. Ternyata dia memiliki senyum yang sangat menawan. Aku yakin, siapapun yang melihat senyumnya itu pasti akan langsung tergila-gila pada lelaki ini. Tanpa sadar, aku ikut mengembangkan senyumku. Melihatnya tersenyum seperti ini, entah kenapa memberikan efek yang aku sendiri tidak tau bagaimana menjabarkannya dalam kata-kata. Yang jelas, terasa hangat dan menenangkan.

***

Cho Kyuhyun POV

Aku mengajak gadis itu bersembunyi di balik pohon besar di pinggir jalan ini. Diameter pohon ini lumayan lebar untuk menutupi kami berdua sehingga tak akan terlihat oleh laki-laki botak tak tau diri itu. Cih, dia pikir aku bisa termakan kata-kata dan wajah sangarnya itu? jangan harap. Aku adalah seorang direktur di perusahaan terkemuka di korea. Mana mungkin aku akan takut dengan orang seperti itu. Yang benar saja. Tak ada istilah takut dalam kamusku. Apalagi pada orang-orang seperti itu.

Aku terus mengatur napasku yang masih tak beraturan. Berlari sejauh ini cukup melelahkan juga. Tapi ini menyenangkan. Aku belum pernah mengalami hal ini sebelumnya. Dikejar-kejar orang karena tak mau mengganti rugi. Hahaha. Sebenarnya ini bukan masalah uang. Satu juta won bukanlah apa-apa untukku. Hanya saja ini masalah harga diri. Mana mungkin seorang Cho Kyuhyun bisa dibodohi seperti itu. tak akan pernah bisa.

Aku teringat janjiku dengan seseorang. sebenarnya tadi aku hendak berangkat menuju tempat di mana aku mengadakan janji dengan orang itu. saat berada di jalan, aku merasa haus dan berniat untuk membeli sebotol air untuk menghilangkan rasa hausku itu. Tapi tak kusangka-sangka, aku malah bertemu lagi dengan gadis menyebalkan itu. Saat aku hendak masuk ke minimarket itu, aku melihatnya sedang duduk sambil memakan es krimnya dengan lahap. Seperti anak kecil saja pikirku. Tapi wajahnya saat itu memang terlihat menikmati sekali es krim yang ia makan itu. Dia terlihat senang dang ceria. Dia terlihat cantik kalau seperti itu. Kemudian terlintas di kepalaku untuk menggodanya sebentar saja. Seperti yang kulakukan tempo hari. Menggodanya menjadi hiburan tersendiri untukku. Aku tersenyum dengan ide jahilku itu. segera saja kudekati tempat duduknya dan tentu saja memulai aksiku untuk menggodanya. Membuatnya kesal dan marah sungguh sangat menghibur di cuaca panas seperti ini. Tapi tak pernah terpikirkan sebelumnya kalau akhirnya akan seperti ini. Ideku menjahili gadis ini malah membuat kami harus berurusan dengan pria botak itu. Membuatku terlambat menemui rekan bisnisku.

Aku mengalihkan tatapanku ke arah bawah hendak melihat jam di pergelangan tanganku dan seketika itu pula aku sadar bahwa tanganku masih belum lepas dari tangan gadis itu. buru-buru aku melepaskan genggamanku pada tangannya. Merasa salah tingkah dengan apa yang baru saja kulakukan. Bodoh kau Kyuhyun. Kenapa kau bisa tidak sadar masih menggenggam tangannya sejak tadi?! Aku merutuki kebodohanku sendiri dalam hati. Sekilas aku melirik ke arah gadis menyebalkan itu. dia juga terlihat salah tingkah sepertiku. Pipinya sedikit merona. Aahh.. andai saja gadis ini tidak menyebalkan, dia pasti akan terlihat sangat manis dengan rona merah di pipinya seperti itu. Ya ampun, kenapa aku jadi berpikiran ngelantur seperti ini. Sekali menyebalkan, gadis ini akan tetap menyebalkan di mataku. Aku lalu merubah mimik mukaku agar terlihat seperti biasanya, tegas dan berwibawa.

“Ehm” aku berdehem untuk menarik perhatiannya yang sejak tadi terus menatap ke tanah. Entah apa yang dilihatnya di bawah sana. Dia lalu mengalihkan perhatiannya ke arahku. Melihatku dengan tatapan datar, seolah menungguku untuk bersuara.

“Dengar Nona..”

“So Eun. Kim So Eun.”

Aaa.. jadi nama gadis-cantik tapi menyebalkan-ini Kim So Eun. Nama yang cantik seperti orangnya.

“Oke. Dengar Nona Kim So Eun, kau tau, kau telah merusak jadwalku hari ini. Seharusnya saat ini aku sedang menemui rekan bisnisku, tapi berkat dirimu, semuanya jadi berantakan seperti ini. Kau puas sekarang?”

Jujur, aku tak tau harus berkata apa. Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Dan demi apapun, sebentar lagi dia pasti akan berteriak marah padaku. Wajahnya yang tadi sempat merona telah berubah menjadi wajah sangar penuh emosi. Matanya yang seperti bulan sabit itu kini melotot ke arahku. Walau sedang emosi pun, dia tetap terlihat cantik. Wajahnya yang tanpa polesan make-up sedikitpun, mata indah layaknya bulan sabit, hidungnya yang mancung, pipinya yang sedikit berisi, serta bibir tipisnya. Semua terlihat pas di wajahnya. Semua terlihat sempurna dimataku. Ah ralat, semua memang terlihat sempurna terkecuali baju lusuhnya itu. Aku heran, kenapa dia hoby sekali memakai baju seperti itu. Atau mungkin semua pakaiannya memang seperti itu? Ckck.

“Ya, kau.. Kau benar-benar! Kalau bukan karena kau yang menggangguku, ini semua tidak akan pernah terjadi. Dengar Tuan, yang seharusnya disalahkan di sini adalah kau, bukan aku. Aku bahkan tak sempat menghabiskan es krimku gara-gara kau. Padahal aku baru memakannya sedikit tadi. Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab. Menyalahkanku seenaknya.”

Benar kan dugaanku. Gadis menyebalkan ini sepertinya sangat suka berteriak kepadaku. Aku akui, ini memang karena kejahilanku tadi. Tapi aku tidak terima dengan kata-katanya barusan. Apa dia bilang? Tidak bertanggung jawab? Memangnya aku menghamilinya apa sampai aku harus bertanggung jawab padanya.

“Hei, Nona. Seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku telah menyelamatkanmu dari pria botak  tadi. Kenapa kau malah meminta pertanggungjawaban dariku?” kataku kesal.

“Tentu saja kau harus bertanggung jawab untuk mengganti es krimku yang terjatuh tadi. Ah, sepertinya itu toko es krim. Kebetulan sekali, ayo kita ke sana dan kau belikan aku es krim sebagai ganti es krimku yang jatuh.”

Dia mulai berjalan ke arah toko es krim itu, sedangkan aku hanya diam melihatnya pergi. Tapi sepertinya dia menyadari hal itu, lalu dia berbalik ke arahku dan lagi-lagi dia berteriak.

“Ya.. Kenapa kau masih saja diam di sana? Ayo cepat, aku juga masih punya banyak urusan setelah ini. Kau pikir hanya pria sepertimu yang sibuk? Aku juga sibuk tau!” katanya kesal. Kemudian dia berbalik lagi dan melanjutkan langkahnya.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku tak habis pikir. Bagaimana mungkin aku, Cho Kyuhyun, mau disuruh-suruh seperti ini oleh seorang gadis menyebalkan sepertinya. Huft. Baiklah, anggap saja ini latihan untuk menguji kesabaranku. Tapi lihat saja, kalau aku bertemu lagi dengannya nanti, aku akan membalas perlakuannya ini. Awas saja kau. Aku merutuki kebodohanku ini dalam hati. Dan dengan berat hati, aku mengikuti gadis itu menuju toko es krim yang ditunjuknya tadi.

TBC

33 pemikiran pada “Loving You (Part 2/?)

  1. seruu eon, apalagi pas pov nya kyu, postnya jangan lama2 yah..
    Trus moment kyusso nya banyakin
    hihihi

  2. bagus2, part selanjutnya di tunggu yaa

  3. Anyeong thor
    aku reader baru

    Sso sngat galak ea tpi kyu suka menjahili x

    kyuSso udh mulai saling suka (y)

    ditunggu part 3

  4. kekkkekk pertengkaran yg lucu onn. lanjut ne.

  5. kyu bnran org jail ya tp knp pndk bgt
    tp aq sk crtnya aq tgg part seljtnyao_O

  6. Ji Hye temenan sama kyu yach? Wah jangan2 Cinta segi 3 yach????


    Aaaaaaaah Rasanya G’ Rela Banget Harus TBC ceritanya Seru, huf,,,,, Harus nunggu lama lagi deh >,<


    Author Pleeeease jangan lama2 Ne,

  7. Daebakkkkkk….chinguuu yeppo…aduhhhh ssso benar2 menggemaskan deh…sukaa ma karakter sso eonni..di bisa bikin si evil mati kutu…hhehhe….chingu q tunggu kelanjutannya ya?

  8. seru” chingu tpi dialog’a kurang panjang menurut aku🙂
    cepet post next part ya🙂

  9. =))‎​‎​​​​‎‎​H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²=))H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²=))H̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍²=))
    Pasangan yg ngegemesin……

  10. daebak thor,,

    jangan lama” yah buat part slanjutnya..

  11. Hampir lupa dngan nii ff ..,
    hehehe,, akhr.y lanjut jga… Part ini cerita.y lucu banget yah.. Suka liat kyusso yg slalu brtengkar … ;D
    Tpi kyak.y sso dkit2 udah mulai ada rasa maa kyu… Bgaimana dgn kyuhyun yah… ??
    Next part.y d.tunggu,and jangan lama lama yah., hehehe😉

  12. Cuteee,,unik bgt prselisihan mrk,,kyu ni udh thu slah ttep aja gengsi n ngelak gmn sso mo ga trbawa emosi&brsikap mnyebalkan klo kyu-ny jg demen bgt bkin kesel hehehe,,jgn2 jd bad boy mlulu donk kyu gmn mo narik prhtian sso cb ??? Sso jg kudu cpt2 dimake over nie biar kyu lgsg klepek2 n ga ngejek trus haahaahaa

  13. Keren, tambah seru ceritanya🙂
    Kyuhyun sama sso di kejar2 sama ajjhusi botak wkwkwk xD
    Ditunggu part selanjutnya🙂

  14. hahahha good job sso
    kyuppa emang harus nurut yaaaa😀
    lanjut eon, yg romantic. hoho

  15. wah ffnya daebak
    aku suka banget sama ceritanya
    ditunggu part selanjutnya ya
    gomawo🙂

  16. Wkwkwkwkwkw kyu oppa harus… Jahil lagi biar so eun + jengkel??? Eh??😮

    suka m karakter so eun eonni yg lucu + jutek + cuek + apa adanya + polos + dikit galak… Kikiki😀

    kyk’y dh d benih”❤ nih…

    Next next next

  17. Daebak. .😉 kren chingu, ,
    Alur crita ny rapi bnget, jd bca ny enak. .
    ap lg partner ny kyusso. .🙂 #couple fav q# hehe
    Ok dh chingu, next part ny jngan lma2 y. .😀
    Fighting ,, !!!!!

  18. bner2 kerenzzzzzz …..kyusso………
    jgn lama next partNya ……

  19. Huaa ,, ff.a daebak thor🙂
    Nii harus cepett2 di lanjutt part.a thor jgn lama2 !!!

  20. Asiikkk moment KyuSso . Makin seru nih , meskipun sering berrtengkar, tapi mereka saling memuji dan terpesona .

    Part selanjutnya cepetan yaaa , banyakin moment kyusso nya dan di panjangiiiiinnnn😀

    Hwaiting😀

  21. Kya kyu bertemu so lg…seruuuuuu
    Ga sabar nunggu kyu jatuh cinta sma so..
    Dtinggu next part`y^^

  22. Chingu ff ny kren bgt haha ya ampun kelakuan kyusso ad” za smpe” di kejar ahjusi botak hehe d tgu next part nya chingu fighting

  23. Wah wah cucok dech mereka berdua kyu sama sso emang cucok . .

  24. Aish….kyusso bener2 ngegemesin, kyuppa demen bnget godain sso eonni nih hehhehe….
    Di tunggu ya thor next partnya, jangan lama2 ya🙂

  25. Ckkck…. Ƴɑ̤̥̈̊ ampunnn itu KyuSso kalo ketemu mesti kayak Tom η jerry…. Ekkekekke

    Tapi teteppp tuh dalam hati saling muji…. Apalagi Kyu_huh…. Ъќ berhenti2 ηγά̲̣̥ bilang Sso cantik….
    Baru tau yea bang???? Ahahhah

    Huaaa…. Akhirnya nih ff di lanjuttt juga…..
    Kerennn bangettt nih part_suka banget ma karakter kyu Ϋά̲̣̥ηġ suka jailin Sso….
    Di tambah karakter Sso yang_jutek….
    Ahhh…. Sukaa pokoknya…..

    Nextttt partnya jangan lama2 lgie yea…. Ehheheh😀🙂

  26. Waaah ff nya nmbah seru krg pnjang tpi keke
    Pnsran dn next partnya thor dtnggu yak

  27. ada aja masalah yg timbul tiap kyusso ini ketemu
    haha,,lucuuu
    eskrim pun bisa jadi masalah
    wkwkwkwk

    seru dehh
    penasara next part apa lagi ya
    apa yg akan dilakukan kyu oppa kalo ketemu sso eonnie lagi

    next next next

  28. Hhhh ,kyu evil bgt ..seneng ya liat soeun marah2..hhh me too😀

    Suka bgt liat mereka bertengkar,smga nanti sso bekerja d perusahannya kyu..ekekkkke betapa terkejutnya pass sso liat direkturnya..xixiixi

    Next ….jgn lma2 ya saeng🙂
    Eon suka ff mu bagus2 :*

    Cmangatd

  29. jiaaahhhhaahhaa…Kyu itu mah modusssssss…… wkwkwk aku suka dengan pertengkarannya, kata-kata yang diucapkan wajar tidak berlebihan..🙂

  30. hahaha kyu jail bgt sm sso …sampai2 eskrim nya tertumpah di kepala si botak bagian ini lucu bgt ,gemes bgt sm kyusso . q ska bgt sm karakter kyusso yg berbeda tp sehati ..keren bgt chingu..
    di tggu next part nya …

  31. ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
    Kkkk~
    Tu,kan! Namanya aja abang evil,pasti evilnya merajalela…!! *wkwkwkwk! >-<
    Ciee….!
    Abang Kyu,kenapa tuh..? Demen banget gangguin So Eun eonni…
    Apa jangan-jangan… ®sambil ngelirik Kyu muncul seringaian iblis (?) *abang evil,dah suka,kan..? #Kyu : Apaan,sih..?! *belagak gak tau lagi
    Seruuu….
    Pokoknya seruuu aja….!!
    Semangat terus author…!!!
    Pai Pai~
    ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

  32. Ommo!! Ommo!! Lucu .. Keren ..😄
    Hihhi~ ituh KyuSso aja-aja ada dehh ..
    Ktmu-brantem udh jd kebiasaan ky’x . Bt , makasih buat si om botak bermuka sangar .. Krna dy , ada sweetmoment KyuSso -pegangan tangan- . Hhe~

    Mau lanjut ke part 3 yaa .. Keep spirit ^^

  33. apa so eun mulai suka ma kyuhyun dan sebaliknya,ne?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s