DMZ (Demiliterized Zone)


Salah satu hal yang menarik menurut saya dari korea adalah tentang perang saudara antara Korea Selatan dan Korea Utara. Sampai sekarang belum ada kepastian mengenai penghentian perang antara kedua negara yang dahulunya bersatu tersebut. Yang ada hanyalah gencatan senjata yang disepakati oleh kedua belah pihak. Itu artinya sewaktu-waktu bisa saja terjadi peperangan antara kedua negara, tetapi tentunya tidak ada yang mengharapkan hal itu akan terjadi.

Antara Korea Selatan dan Korea Utara, dibatasi oleh garis batas yang dinamakan DMZ. Adakah yang pernah mendengar istilah ini?

DMZ atau Demiliterized Zone adalah garis batas yang memisahkan antara korut dan korsel. DMZ membelah semenanjung Korea dari timur ke barat sepanjang 248 km. Di area itu, tidak boleh ada penduduk yang tinggal, selain pihak militer. Setiap hari, pasukan Korea Selatan dan Korea Utara berhadap-hadapan di garis DMZ samil menjaga teritori masing-masing.

Wilayah DMZ dijadikan sebagai salah satu objek wisata di Korea Selatan. Tetapi, karena wilayah tersebut merupakan wilayah militer, tur ke DMZ tidak bisa semabrangan. Kita tidak bisa pergi sendirian ke sana, tetapi harus menggunakan tur operator yang sudah terdaftar.

Syarat-syarat untuk berkunjung ke perbatasan pun berbeda dengan kalau mau ikut tur biasa. Untuk ke DMZ, kita harus menyerahkan paspor, dilarang mengambil foto sesuka kita, ada batasan umur, dan harus bersedia mengikuti aturan militer yang ada. Ada juga ketentuan beberapa negara yang harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pemerintah Korea Selatan sebelum ikut tur DMZ.

Ketegangan akan Anda rasakan selama mengikuti tur menuju DMZ. Di beberapa pos pemberhentian, tentara-tentara Korea Selatan dengan seragam lengkap dan bersenjata, menaiki bus dan memeriksa paspor peserta tur. Mereka akan mengingatkan agar jangan mengambil gambar para tentara yang memeriksa.

Perjalanan ke DMZ dimulai dengan menuju Panmeujon, sekitar 55 km sebelah utara Seoul. di sana ada sebuah pangkalan militer tempat dilaukannya perundingan antara Korut dan Korsel pada 1953.

Dari Panmeujon, tur DMZ diteruskan ke Imjingak, yang merupakan sebuah taman di sekitar sugnai Imjin. Di Imjingak juga ada satu jembatan yang dinamakan “Bridge of Freedom”. Jembatan ini dahulu pernah digunakan sebagai tempat untuk melakukan pertukaran tawanan perang.

Tour DMZ juga menawarkan kunjungan 3rd  Infiltration Tunnel. Di tempat tersebut terdapat sebuah terowongan yang dibangun oleh pihak Korea Utara untuk melakukan infiltrasi ke Korea Selatan.

Dari terowongan, Anda akan diajak menuju Stasiun Kereta Api Dorasan. Ini adalah stasiun kereta api yang menghubungkan Korut dengan Korsel. Dorasan juga menjadi stasiun terakhir di Korsel sebellum memasuki perbatasan Korut. Namun, tidak ada kereta yang lewat stasiun ini. Jalur kereta antarkedua negara tersebut memang tak digunakan lagi.

Itulah sedikit pengetahuan saya tentang DMZ yang saya dapatkan dari buku yang saya baca. Semoga suatu saat nanti DMZ akan runtuh. Dan bila itu terjadi, Korea Selatan dan Korea Utara akan bersatu lagi sebagai saudara.

Satu pemikiran pada “DMZ (Demiliterized Zone)

  1. Ping balik: Mengulik Sedikit Tentang DMS (Demiliterized Zone) Korea | Story of Pie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s